BREBES, Jatengnews.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas dalam penanganan bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.
Sebanyak 175 kepala keluarga (532 jiwa) mengungsi akibat pergerakan tanah yang masih aktif. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Brebes, sedikitnya 143 rumah terdampak, dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan rusak, serta akses jalan desa sepanjang 700 meter ambles.
Saat meninjau pengungsian di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Luthfi menginstruksikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan meminta warga tidak kembali ke rumah demi keselamatan. Huntara rencananya dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat yang direkomendasikan aman.
Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk langkah teknis lanjutan. Bantuan senilai Rp175,97 juta telah disalurkan dari berbagai OPD dan PMI guna mendukung kebutuhan logistik pengungsi.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengapresiasi respons cepat Pemprov. Sementara warga terdampak berharap segera direlokasi ke hunian tetap yang aman setelah bencana yang terjadi pada 28 Januari 2026 itu dipicu hujan ekstrem di kawasan perbukitan Sirampog.(02)
