27 C
Semarang
, 21 Februari 2026
spot_img

Setahun Pimpin Jateng, Luthfi–Yasin Klaim Ekonomi Tumbuh 5,37 Persen dan Investasi Tertinggi 10 Tahun

Pemaparan tersebut disampaikan dalam acara Anugerah Collaborative Award 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (20/2/2026).

SEMARANG, Jatengnews.id  — Tepat satu tahun memimpin Jawa Tengah, pasangan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen memaparkan sejumlah capaian pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional hingga realisasi investasi tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam acara Anugerah Collaborative Award 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (20/2/2026).

“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super tim dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi dengan 35 kabupaten/kota perlu adanya collaborative government yang harus kita ciptakan,” kata Luthfi dalam sambutannya.

Dalam setahun terakhir, Pemprov Jateng mencatat pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,37 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen dengan jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang, berkurang 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025 dan turun 51,52 ribu orang dibanding September 2024.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,66 persen.

Di sektor pangan, produksi padi sepanjang 2025 mencapai sekitar 9,5 juta ton, memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun. Nilai tersebut menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Total investasi itu terealisasi dalam 105.078 proyek dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

“Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tapi tidak menutup juga untuk padat modal,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada enam kabupaten/kota terbaik, yakni Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.

Penghargaan juga diberikan kepada enam perguruan tinggi terbaik, yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Muria Kudus, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sepanjang 2025, Pemprov Jateng telah menjalin kerja sama dengan 44 perguruan tinggi. Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah provinsi, dan sekitar 123 perguruan tinggi lainnya direncanakan menyusul.

Luthfi menegaskan, kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta perguruan tinggi menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN