28 C
Semarang
, 22 Februari 2026
spot_img

Dorong Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Diversifikasi Olahan Singkong dan Pisang

Inovasi pangan lokal di Desa Kalipancur diharapkan memperkuat daya saing UMKM perdesaan.

Pekalongan, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Kelompok 44 dari Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan produk olahan singkong dan pisang sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Senin (19/1/2026).

Program ini menyasar pemanfaatan tanaman sampingan warga agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan berpotensi menjadi usaha rumahan.

Selama ini, singkong dan pisang di Desa Kalipancur umumnya dikonsumsi sendiri atau dijual dalam bentuk mentah dengan harga relatif rendah.

Bahkan, sebagian hasil panen tidak terserap pasar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN menginisiasi program “Pengembangan Produk Olahan Singkong dan Pisang sebagai Usaha Baru Berbasis Potensi Lokal”.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam pelatihan dan praktik langsung pengolahan pangan.

Pendekatan partisipatif digunakan agar warga tidak hanya memahami proses produksi, tetapi juga melihat peluang usaha dari diversifikasi produk.

Dua produk diperkenalkan dalam program ini, yakni Banoffee berbahan dasar pisang dan Singkong Thailand. Banoffee diolah dari pisang matang yang dipadukan dengan biskuit, karamel, dan krim sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sementara Singkong Thailand menjadi alternatif olahan singkong dengan saus santan manis yang memberikan variasi cita rasa dibandingkan olahan tradisional.

Mahasiswa KKN UNDIP juga mendampingi warga mulai dari persiapan bahan baku, proses produksi, hingga penyajian produk.

Antusiasme masyarakat terlihat selama sesi praktik dan diskusi terkait peluang pengembangan usaha berbasis pangan lokal.

Program ini selaras dengan upaya penguatan ekonomi desa melalui peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

Dengan pengolahan pascapanen yang sederhana dan mudah direplikasi, singkong dan pisang diharapkan tidak lagi dipandang sebagai tanaman sampingan semata, melainkan sebagai sumber peluang usaha berkelanjutan.

Mahasiswa KKN berharap inovasi produk ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat UMKM Desa Kalipancur serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN