BANJARNEGARA, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuntaskan relokasi warga terdampak bencana tanah bergerak di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 36 unit hunian tetap (huntap) lengkap dengan sertifikat tanah resmi diserahkan kepada warga, Senin (23/2/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dengan tambahan 36 unit tersebut, total 80 rumah relokasi yang dibangun bertahap sejak 2011 kini resmi tuntas.
“Yang penting sekarang bisa puasa dan Lebaran di rumah baru. Ini gratis, tidak bayar,” ujar Luthfi singkat.
Ia menegaskan penanganan bencana harus dilakukan menyeluruh, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan dan relokasi. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintah penting agar masyarakat terdampak merasa tidak ditinggalkan.
Relokasi tahap akhir ini merupakan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Pemkab menyiapkan lahan, Pemprov membangun rumah, sementara sertifikat tanah diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengapresiasi penyelesaian tahap akhir relokasi yang sempat berproses sejak 2022.
“Ini tahap terakhir dari total 80 unit. Terima kasih atas dukungan Pemprov Jateng,” katanya.
Hunian tetap dibangun menggunakan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) yang tahan gempa dan dinilai cocok untuk kawasan rawan bencana.
Ke depan, Pemkab Banjarnegara akan melengkapi fasilitas umum di kawasan relokasi, seperti akses jalan, musala, listrik, dan air bersih.
Salah satu warga penerima, Yanto, mengaku lega karena rumah lamanya nyaris roboh akibat tanah bergerak.
“Dulu rumah sudah mau roboh. Sekarang lebih aman dan sudah ada sertifikat,” ujarnya.
Dengan rampungnya relokasi ini, warga terdampak diharapkan dapat menjalani kehidupan lebih aman tanpa bayang-bayang ancaman bencana.(02)



