
SEMARANG, Jatengnews.id — Wali Kota Semarang, Agustina, memimpin kegiatan bersih-bersih sungai di kawasan Tawangmas, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak yang diinisiasi Gubernur dan Wakil Gubernur di 35 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah.
Agustina menjelaskan, aksi bersih sungai kali ini merupakan yang kelima kalinya digelar. Dari total kegiatan tersebut, tiga di antaranya difokuskan secara intensif di Kali Semarang.
“Ini yang kelima. Tiga kali kita serius di Kali Semarang. Mudah-mudahan tidak kembali ‘ngelendut’, karena persoalan utama sungai di Kota Semarang adalah endapan yang cukup banyak,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan sedimentasi diperparah dengan sampah yang dibuang masyarakat, baik dari wilayah hulu maupun dari sisi kanan dan kiri sungai. Kondisi tersebut kerap memperburuk dampak banjir karena sampah menyumbat aliran air.
“Hari ini kita upayakan mengurangi endapan dan menghilangkan sampah supaya saat banjir tidak lagi seperti sebelumnya, di mana sampah menghambat jalur aliran air,” katanya.
Agustina menambahkan, kegiatan bersih sungai akan menjadi agenda rutin sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, yakni dua kali dalam sepekan. Namun demikian, di tingkat kelurahan, kegiatan pembersihan lingkungan disebut telah berlangsung hingga tiga kali dalam seminggu, mencakup jalan, saluran air, lingkungan permukiman, hingga wilayah bantaran sungai.
Ia juga mengapresiasi meningkatnya partisipasi masyarakat dalam gerakan kebersihan sungai. Pada kegiatan sebelumnya di Sungai Jaten, tercatat 550 warga terlibat dan berhasil mengumpulkan sampah.
“Hari ini partisipasi masyarakat juga tinggi, sekitar 450 orang. Kita mendapatkan dua dump truk sampah hasil pengerukan menggunakan alat berat, ditambah 1,1 ton sampah lainnya,” ungkapnya.
Selain pembersihan sungai, Pemkot Semarang turut melakukan penanaman pohon tabuya di sejumlah titik yang memungkinkan. Pohon yang telah berukuran cukup besar tersebut diharapkan dapat tumbuh optimal dan memperindah kawasan bantaran sungai.
“Nanti setelah kegiatan ini selesai, perawatan kami serahkan kepada masyarakat agar pohon bisa tumbuh kuat dan indah,” tambahnya.
Sebagai langkah sistematis penanganan banjir, Pemerintah Kota Semarang juga membentuk Satgas Berlian di setiap kelurahan. Satuan tugas tersebut dibentuk sebagai respons atas berbagai peristiwa banjir yang sebagian besar dipicu oleh penumpukan sampah di sungai.
Agustina mengakui, tantangan utama saat ini adalah keterbatasan alat berat dibandingkan dengan jumlah sungai yang harus dibersihkan. Meski demikian, ia bersyukur keterlibatan masyarakat terus meningkat dalam setiap kegiatan pembersihan.
“Kebutuhan alat berat memang belum sebanding dengan jumlah sungai yang harus dibersihkan. Tapi kami bersyukur partisipasi masyarakat semakin hari semakin besar,” pungkasnya. (03)