Beranda Daerah Bonggol Jagung Jadi Pupuk Organik Cair, Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Inovasi Ramah...

Bonggol Jagung Jadi Pupuk Organik Cair, Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Inovasi Ramah Lingkungan di Desa Keniten

Pemanfaatan limbah pertanian menjadi POC-KET berpotensi kurangi pencemaran dan dukung UMKM desa

KKN UNDIP bersama ibu-ibu PKK
Demonstrasi Pembuatan POC dari Bonggol Jagung oleh KKN Tim I UNDIP pada Ibu Ibu PKK, Selasa (27/01/2026) (Foto: Dok KKN).

Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pembuatan pupuk organik cair (POC) dari bonggol jagung di Desa Keniten, Kabupaten Batang, Selasa (27/01/2026).

Program ini menjadi solusi atas melimpahnya limbah bonggol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Desa Keniten dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian besar di Kabupaten Batang, terutama komoditas jagung pakan.

Namun, tingginya produksi jagung juga menghasilkan limbah bonggol jagung yang kerap dibuang atau dibakar, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Nabila Amira Andiani, mahasiswi Bioteknologi UNDIP yang tergabung dalam program KKN, menginisiasi pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar bonggol jagung.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode demonstrasi langsung kepada ibu-ibu PKK Desa Keniten agar masyarakat memahami sekaligus mampu mempraktikkan pembuatan POC secara mandiri.

Dalam demonstrasi tersebut, dijelaskan tahapan pembuatan pupuk organik cair, mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses fermentasi.

POC bonggol jagung diketahui memiliki berbagai manfaat, seperti membantu menyuburkan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta memperbaiki struktur dan kualitas tanah.

Selain itu, penggunaan pupuk organik cair dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang relatif mahal dan berpotensi berdampak negatif bagi lingkungan dalam jangka panjang.

Dari sisi lingkungan, inovasi ini turut mendukung pengurangan limbah pertanian serta mendorong terciptanya desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Penumpukan bonggol jagung menjadi latar belakang munculnya program kerja ini. Pembuatan POC ini memiliki dampak pada berbagai bidang seperti untuk lingkungan, pertanian, bahkan dapat menjadi produk UMKM lokal Keniten,” ujar Nabila.

Sebagai bentuk penguatan identitas produk, mahasiswa KKN UNDIP juga melakukan branding dengan nama POC-KET, singkatan dari “POC Dari Keniten”.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan hasil pupuk organik cair kepada perangkat desa disertai penjelasan mengenai bahan baku, proses pembuatan, cara penggunaan, serta manfaat produk bagi masyarakat.

Penanggung Jawab (PJ) Kepala Desa Keniten, Bp. Tomo, S.ST.Ars., menyampaikan dukungannya terhadap inovasi tersebut.

“Setelah melalui uji coba produk, Pupuk Organik Cair dari Bonggol Jagung ini dapat diproduksi secara massal oleh BUMDes maupun secara perseorangan oleh warga, sehingga dapat menjadi produk UMKM lokal milik Desa Keniten,” ujarnya.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan produk pupuk organik cair berbasis potensi lokal.

Exit mobile version