31 C
Semarang
, 25 Februari 2026
spot_img

Ekonomi Menguat, Kebijakan Strategis Pemkot Semarang Tuai Apresiasi

Kinerja Pemkot Semarang di bawah Agustina-Iswar mendapat sorotan positif dan menjaga stabilitas ekonomi kota.

SEMARANG, Jatengnews.id – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Agustina–Iswar mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan, menilai berbagai langkah yang ditempuh pemerintah kota mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang kompetitif.

Mengacu pada data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,3 persen. Kota Semarang sendiri mencatatkan pertumbuhan sekitar 5,37 persen, sedikit melampaui capaian nasional. Angka tersebut menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang relatif kuat dan terjaga.

“Stabilitas makro di Kota Semarang dalam setahun terakhir cukup baik. Ini menandakan kebijakan pemerintah kota berjalan efektif dalam menjaga momentum pertumbuhan,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi pertumbuhan, stabilitas tersebut juga berdampak pada tren penurunan angka kemiskinan. Meski belum mengalami penurunan drastis, arah pergerakannya dinilai positif dan konsisten.

Menurut Bangkit, salah satu faktor penting penopang pertumbuhan adalah percepatan penanganan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang dilakukan secara masif. Langkah ini dinilai mampu memperlancar mobilitas barang dan jasa, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Program bantuan operasional RT juga disebut sebagai kebijakan yang cerdas karena mampu mendorong daya beli dan menjaga sirkulasi ekonomi di tingkat bawah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa motor utama pertumbuhan tetap berasal dari aktivitas dan partisipasi masyarakat.

Dalam aspek pelayanan publik, kebijakan transportasi gratis melalui feeder dan BRT mendapat apresiasi tersendiri. Program tersebut dinilai membantu pelajar serta kelompok masyarakat rentan dalam menekan biaya transportasi harian. Jika diperluas, manfaatnya diyakini akan semakin terasa luas.

Namun demikian, Bangkit mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan. Infrastruktur di kawasan pusat kota dinilai sudah relatif baik, sementara wilayah pinggiran dan perbatasan masih membutuhkan perhatian lebih agar kesenjangan tidak melebar.

Tantangan lain yang masih membayangi adalah persoalan rob di wilayah utara Semarang. Ia menilai penanganan masalah tersebut membutuhkan inovasi kebijakan serta sinergi lintas sektor, termasuk dukungan proyek strategis seperti pembangunan tanggul laut.

Ke depan, ia berharap Pemkot Semarang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menghadirkan terobosan dalam pengurangan ketimpangan.

“Isu ketimpangan perlu menjadi perhatian serius. Inovasi pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan harus terus diperkuat agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN