
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa KKN UPGRIS bersama TK Mekar Sari Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menggelar pelatihan teknik ekoprint bagi para peserta didiknya.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran berbasis praktik yang menyenangkan.
Ekoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting. Melalui aktivitas ini, guru mengajak anak-anak mengenali berbagai jenis tanaman di lingkungan sekitar. Siswa pun belajar bahwa mereka dapat memanfaatkan potensi alam secara kreatif tanpa harus merusaknya.
Tahapan Kreatif: Dari Daun Hingga Jadi Karya
Para guru dan pendamping memulai kegiatan dengan mengenalkan berbagai alat serta bahan. Mereka menjelaskan tahapan pembuatan ekoprint secara sederhana, meliputi:
Menata daun di atas kain sesuai imajinasi siswa.
Menggulung kain dengan rapi.
Melakukan proses pemukulan dan pengukusan untuk mengeluarkan pigmen warna alami.
Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi saat memilih daun dengan beragam bentuk dan ukuran untuk menciptakan motif yang unik.
Melatih Motorik dan Karakter Siswa
Selain memacu kreativitas, praktik ini juga efektif melatih motorik halus, kesabaran, serta kerja sama antar-siswa. Setiap anak belajar menyusun pola sesuai daya imajinasi mereka, sehingga tiap karya memiliki ciri khas tersendiri. Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memamerkan hasil karya ekoprint yang telah jadi di area sekolah.
Kepala TK Mekar Sari Desa Kalikayen berharap kegiatan ini mampu menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa berkarya tidak harus menggunakan bahan mahal atau bahan yang berbahaya bagi ekosistem,” ungkapnya.
Melalui inovasi pembelajaran ini, TK Mekar Sari Desa Kalikayen membuktikan komitmennya dalam menghadirkan edukasi yang ramah lingkungan. Pihak sekolah berencana melanjutkan kegiatan serupa guna mendukung perkembangan karakter, kreativitas, dan kepedulian lingkungan pada anak usia dini di wilayah Ungaran Timur. (01).