Beranda Daerah Tekan Lonjakan Harga, BI Jateng dan Pemda Segera Gelar Gerakan Pangan Murah

Tekan Lonjakan Harga, BI Jateng dan Pemda Segera Gelar Gerakan Pangan Murah

BI Jateng siap gelar ratusan Gerakan Pangan Murah untuk stabilitas harga dan pasokan pada Ramadan hingga Lebaran 2026.

TPID Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, BUMD PT. JTAB Pangan, serta champion lokal “Petarung Sejati” melaksanakan Operasi Pasar Cabai di Pasar Legi Surakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto : Dok JN)
TPID Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, BUMD PT. JTAB Pangan, serta champion lokal “Petarung Sejati” melaksanakan Operasi Pasar Cabai di Pasar Legi Surakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto : Dok JN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah memastikan ratusan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap aman bagi masyarakat.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Sebanyak 227 titik telah disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan GPM yang tersebar merata di seluruh daerah.

“Kami rencanakan ada 227 GPM selama Ramadan di seluruh kabupaten/kota. Seluruh daerah sudah mendaftarkan pelaksanaannya, dan distribusinya mendapat dukungan subsidi,” ujar Andi dalam media briefing di kantornya, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, dukungan subsidi distribusi diberikan melalui skema kerja sama pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Skema ini diharapkan mampu menekan biaya distribusi sehingga harga jual kepada masyarakat tetap terjangkau.

Berdasarkan pemantauan terkini, harga beras di Jawa Tengah relatif stabil. Namun demikian, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah mengalami tekanan harga akibat faktor cuaca.

“Produksi cabai sebenarnya cukup banyak di lahan. Tetapi proses panen terkendala cuaca, dan kualitasnya terdampak karena kondisi yang sangat lembap,” jelasnya.

BI Jateng menegaskan jadwal pelaksanaan GPM bersifat fleksibel, menyesuaikan dinamika harga di lapangan. Waktu pelaksanaan tidak diumumkan jauh-jauh hari guna mencegah potensi spekulasi pasar.

“Begitu ada indikasi kenaikan harga, GPM akan langsung kami tetapkan waktunya. Kami terus memantau agar intervensi bisa tepat sasaran,” imbuhnya. (03)

Exit mobile version