27 C
Semarang
, 27 Februari 2026
spot_img

Mohammad Saleh Ajak Masyarakat Sukseskan Gerakan Jateng ASRI di Pantai Jodo

Ratusan peserta mengawali kegiatan dengan aksi bersih-bersih sampah di kawasan pantai.

BATANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen penuh dalam menyukseskan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah). Langkah ini ia sampaikan saat menghadiri peluncuran gerakan tersebut di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, serta jajaran Forkopimda Jawa Tengah turut memeriahkan acara yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan ini.

Aksi Nyata di Hari Peduli Sampah Nasional

Ratusan peserta mengawali kegiatan dengan aksi bersih-bersih sampah di kawasan pantai. Momentum ini juga menandai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung serentak di 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah.

Lebih dari 1.000 orang terlibat aktif dalam aksi ini, mulai dari unsur:

TNI dan Polri

Perguruan Tinggi dan Mahasiswa

Badan Usaha dan Relawan

Organisasi Kemasyarakatan serta Keagamaan

Mereka bahu-membahu memungut dan memilah sampah yang mencemari kawasan pesisir Pantai Jodo. Mohammad Saleh menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius yang memerlukan penanganan kolaboratif.

Bukan Sekadar Seremonial

Mohammad Saleh mengingatkan agar Gerakan Jateng ASRI tidak berhenti pada acara seremonial semata.

“Gerakan ini harus menjadi aksi bersama yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng tersebut seusai kegiatan.

Ia menilai program ini sangat relevan mengingat produksi sampah di Jawa Tengah hampir menyentuh angka 6,36 juta ton per tahun. Data menunjukkan baru sekitar 60 persen sampah yang terproses, sementara sisanya masih memerlukan penanganan optimal.

Ubah Pola Pikir Pengelolaan Sampah

Menurut Saleh, kondisi tersebut menuntut perubahan pola pikir (mindset) masyarakat dalam mengelola sampah. Ia mendorong warga untuk mulai melakukan:

Pengurangan penggunaan bahan plastik.

Pemilahan sampah organik dan anorganik.

Pengolahan sampah mandiri di tingkat rumah tangga.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Edukasi hidup bersih harus terus menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Jawa Tengah agar tetap aman, sehat, resik, dan indah,” pungkasnya. (Adv-01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN