
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memacu penguatan fashion muslim dan kuliner halal sebagai strategi pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah itu ditegaskan dalam pembukaan Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat (27/2/2026).
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan UMKM adalah tulang punggung ekonomi yang terbukti tangguh saat krisis.
“Kita ini kuat karena UMKM. Waktu krisis moneter dan pandemi, yang menopang ekonomi ya pelaku usaha kecil dan menengah. Maka jangan hanya jago kandang, harus naik kelas dan tembus pasar luar,” tegasnya.
Menurutnya, potensi Jawa Tengah sudah terlihat dari kiprah desainer daerah yang tampil di panggung internasional, termasuk karya pelajar dari SMK NU Banat Kudus yang pernah melenggang di Eropa hingga Rusia.
Ia juga menyoroti model kolaborasi lintas daerah—tenun Klaten, pewarnaan Pekalongan, desain Grobogan—sebagai kekuatan baru industri kreatif Jateng. Ikon fashion muslim nasional seperti Dian Pelangi, menurutnya, menjadi bukti busana muslim bisa menembus pasar global.
Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, menyebut Jawa Tengah memiliki 4,45 juta unit UMKM berdasarkan data 2025, terbesar ketiga di Indonesia. Dalam ajang INACRAFT awal Februari 2026 di Jakarta Convention Center, 22 stan asal Jateng mencatat transaksi Rp820,9 juta.
“Ini bukti produk UMKM Jateng punya daya saing nasional dan potensi ekspor terbuka lebar,” ujarnya.
D’Modifest 2026 digelar hingga 1 Maret dan menghadirkan sekitar 50 stan fashion serta kuliner. Pemprov menargetkan ajang ini menjadi pijakan menuju 2027 saat Jawa Tengah mengusung tema pariwisata ramah muslim dan ekonomi halal sebagai mesin pertumbuhan baru daerah.(02)