30 C
Semarang
, 28 Februari 2026
spot_img

Mohammad Saleh: Seni Budaya Kunci Utama Bentuk Karakter Generasi Muda di Semarang

Kesenian dan kebudayaan memegang peranan vital sebagai pilar utama pembentuk karakter generasi muda serta identitas bangsa.

SEMARANG, Jatengnews.id – Kesenian dan kebudayaan memegang peranan vital sebagai pilar utama pembentuk karakter generasi muda serta identitas bangsa. Memahami peran seni dan budaya menjadi langkah penting karena sektor ini menjadi jendela yang membuka sejarah, keberagaman, dan kekayaan nilai masyarakat Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan hal tersebut saat mengisi acara Temu Komunitas Seni dan Tradisi Kota Semarang bertajuk “Membangun Karakter Bangsa dengan Seni Budaya” di Sanggar Rompok Seni Brotosejati, Gunungpati, beberapa waktu lalu.

Wayang sebagai Media Edukasi Moral

Dalam pemaparannya, Mohammad Saleh mencontohkan bagaimana seni tradisional seperti wayang menyimpan pelajaran moral yang mendalam.

“Seni budaya mampu membangun dan membentuk karakter bangsa. Cerita wayang, misalnya, mengandung nilai-nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan. Unsur-unsur ini mendidik generasi muda agar lebih bijaksana dalam menghadapi kompleksitas kehidupan,” ujar Mohammad Saleh.

Selain Mohammad Saleh, anggota Komisi E DPRD Jateng, Dipa Yustia Pasa, juga hadir sebagai pembicara. Acara yang dipandu oleh moderator Widodo ini turut dihadiri oleh:

Anang Budi Utomo (Anggota DPRD Kota Semarang)

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

Kepala Bidang Ormas Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah

Para pelaku seni, budayawan, dan masyarakat umum.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pelestarian Budaya

Mohammad Saleh mendorong kolaborasi aktif antara berbagai lembaga—mulai dari eksekutif, legislatif, pihak swasta, hingga sanggar seni—untuk mendukung keterlibatan generasi muda. Menurutnya, semua pihak harus konsisten menjaga seni tradisional agar tidak tergerus zaman.

“Kita harus bersama-sama mendukung generasi muda dalam melestarikan budaya. Kolaborasi menjadi kunci utama di mana setiap pemangku kepentingan menjalankan perannya masing-masing,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jateng tersebut.

Optimisme dari Generasi Muda

Pertunjukan seni dari berbagai komunitas di Semarang turut menyemarakkan suasana. Mohammad Saleh mengaku bangga melihat antusiasme anak muda yang masih aktif menari dan berkesenian.

“Kehadiran anak-anak yang mau berkesenian memberi kita rasa optimisme bahwa kebudayaan Jawa Tengah tetap lestari. Ini langkah sangat bagus untuk pengembangan identitas daerah,” terangnya.

Menyerap Aspirasi Seniman Semarang

Momentum di Sanggar Rompok Seni Brotosejati ini juga menjadi ajang bagi Mohammad Saleh untuk menyerap aspirasi langsung dari para pegiat seni. Ia menilai sinergi antara DPRD Jateng dan seniman sangat krusial demi keberlanjutan program pelestarian.

“Saya senang bisa mendengar langsung aspirasi para pelaku budaya. Ke depan, pegiat seni Semarang harus terus bersinergi dengan DPRD Jateng. Jika kita berhasil menjaga nilai-nilai budaya ini, kita bisa mewariskannya dengan bangga kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (Adv-01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN