25 C
Semarang
, 1 Maret 2026
spot_img

17 Ribu Hektare Sawah Jateng Terendam Banjir, Mohammad Saleh Desak Penanganan Cepat

Pemerintah daerah segera mengambil langkah taktis untuk meminimalkan kerugian yang dialami para petani.

SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan perhatian khusus terhadap bencana banjir yang merendam ribuan hektare lahan sawah di berbagai wilayah. Kondisi ini mengancam ketahanan pangan daerah karena berpotensi memicu gagal panen massal.

Mohammad Saleh meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah taktis untuk meminimalkan kerugian yang dialami para petani.

Pati dan Jepara Alami Dampak Terparah

Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menunjukkan sekitar 17 ribu hektare lahan sawah terdampak banjir. Luasan tersebut tersebar di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Demak, Pemalang, hingga Purbalingga.

Berikut adalah rincian wilayah dengan dampak kerusakan lahan terbesar:

Kabupaten Pati: 6.726 hektare

Kabupaten Jepara: 4.166 hektare

Kabupaten Kudus: 2.110 hektare

Mohammad Saleh menilai situasi ini sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi petani dan produksi pangan regional.

“Banjir yang merendam ribuan hektare sawah ini memerlukan penanganan serius. Tanpa tindakan cepat, risiko gagal panen akan langsung memukul kesejahteraan petani kita,” ujar Mohammad Saleh.

Dorong Penyaluran Benih dan Pupuk Gratis

Ketua DPD Golkar Jateng ini mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pendataan detail. Ia menekankan pentingnya akurasi data mengenai tingkat kerusakan tanaman dan total kerugian materi.

Selain pendataan, Saleh mendorong penyaluran bantuan darurat berupa:

Stok Benih Unggul untuk tanam ulang.

Bantuan Pupuk bagi lahan yang terdampak.

Bantuan Stimulan finansial untuk pemulihan ekonomi petani.

“Pemerintah harus mendampingi petani agar mereka bisa segera bangkit dan menanam kembali. Kita tidak boleh membiarkan petani menanggung kerugian ini sendirian,” tegasnya.

Solusi Jangka Panjang: Normalisasi Sungai

Bagi Mohammad Saleh, penanganan banjir di lahan pertanian tidak boleh hanya bersifat jangka pendek. Ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pengendali banjir agar kejadian serupa tidak terulang setiap tahun.

Beberapa langkah strategis yang ia usulkan meliputi:

Perbaikan sistem irigasi pertanian secara menyeluruh.

Normalisasi sungai di sekitar kawasan sentra pangan.

Pengelolaan lingkungan yang lebih baik di hulu hingga hilir.

“Pertanian adalah sektor strategis. Jika kita mampu melindungi petani dan lahannya, maka ketahanan pangan Jawa Tengah akan tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv-01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN