SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyoroti tingginya intensitas bencana alam yang melanda berbagai wilayah sepanjang Januari 2026.
Ia mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan guna meminimalkan korban jiwa serta kerugian materiil.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, tercatat 45 kejadian bencana terjadi selama periode 1–25 Januari 2026. Rangkaian bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem.
Dampak Bencana: Ribuan Warga Mengungsi
Rentetan bencana di awal tahun ini membawa dampak yang cukup fatal. Data mencatat kerugian sebagai berikut:
Korban Jiwa: 7 orang meninggal dunia dan 5 orang luka-luka.
Pengungsi: 9.729 orang terpaksa meninggalkan rumah.
Warga Terdampak: 308.108 orang merasakan dampak langsung.
Selain korban manusia, bencana tersebut juga merusak rumah tinggal, fasilitas umum, serta menghancurkan lahan pertanian dan perikanan milik warga.
“Kami sangat prihatin atas banyaknya bencana dalam waktu yang relatif singkat ini. Kondisi ini harus menjadi evaluasi bersama agar sistem pencegahan kita semakin kuat,” ujar Mohammad Saleh.
Dorong Peringatan Dini dan Edukasi Masyarakat
Mohammad Saleh mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor dan memperkuat Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini. Ia menekankan bahwa kesiapan personel serta ketersediaan logistik di daerah rawan adalah hal yang mutlak.
“Pemerintah harus memperkuat langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana hingga memberikan edukasi masif kepada masyarakat,” tegas Saleh.
Ketua DPD Golkar Jateng ini juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor pemicu bencana. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga daerah resapan air dan menghentikan aktivitas yang merusak ekosistem.
“Menjaga alam adalah bagian dari upaya melindungi diri kita. Bencana tidak hanya soal faktor cuaca, tetapi juga bagaimana kondisi lingkungan di sekitar kita,” ungkapnya.
Mohammad Saleh berharap sinergi yang kuat antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dapat membangun ketahanan daerah yang lebih kokoh di masa depan. Menurutnya, kesiapsiagaan yang matang adalah kunci utama untuk menekan dampak bencana semaksimal mungkin. (Adv-01).



