KARANGANYAR, Jatengnews.id – Momentum Ramadhan 1447 H/2026 membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Jawa Tengah. Aktivitas pasar tradisional yang kian ramai, meningkatnya konsumsi masyarakat, hingga lonjakan omzet pelaku UMKM menjadi indikator kuat kebangkitan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Jateng, Sumanto, mengungkapkan optimisme tersebut saat menjadi narasumber dialog radio di Swiba FM, Karanganyar, baru-baru ini. Ia menilai geliat ekonomi masyarakat menunjukkan tren kenaikan yang tajam sejak awal bulan suci.
Tren Positif di Sektor Pokok dan UMKM
“Setiap memasuki Ramadan, perputaran ekonomi di Jawa Tengah selalu meningkat. Tahun ini pun demikian. Aktivitas di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM menunjukkan tren positif, terutama pada sektor bahan pokok, kuliner, dan fashion muslim,” ujar Sumanto.
Namun, Sumanto mengingatkan bahwa lonjakan konsumsi ini memerlukan pengawasan ketat. DPRD Jateng terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk memonitor harga dan memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar ke seluruh wilayah.
“Kami meminta pengawasan lebih ketat menjelang Lebaran agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Dukung Kreativitas Pedagang Takjil dan UMKM
Sumanto juga menyoroti fenomena munculnya pedagang takjil dadakan di berbagai titik. Ia menganggap hal ini sebagai bentuk kreativitas dan daya juang ekonomi rakyat yang patut mendapat dukungan penuh.

Untuk itu, DPRD Jateng mendorong kebijakan yang berpihak pada pedagang kecil, seperti:
Penyediaan lokasi berjualan yang tertata rapi.
Kemudahan perizinan usaha sementara.
Fasilitasi penyelenggaraan bazar Ramadhan di tingkat daerah.
Perkuat Solidaritas Sosial dan Keamanan
Selain fokus pada angka ekonomi, DPRD Jateng juga mengarahkan fungsi anggaran (budgeting) untuk memperkuat program sosial. Sumanto memastikan pihaknya mengawasi distribusi bantuan pangan dan pasar murah agar benar-benar tepat sasaran bagi warga kurang mampu.
“Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial kita,” imbuhnya.
Dari sisi keamanan, DPRD Jateng meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian meningkatkan patroli di pusat keramaian. Sumanto berharap petugas mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam menjaga ketertiban umum, namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat luas. (Adv-01).