KEBUMEN, Jatengnews.id — Embun pagi masih menggantung di udara ketika aktivitas di Desa Somagede mulai menggeliat. Jalanan yang belum sepenuhnya rata itu menjadi saksi semangat para prajurit yang sejak dini hari telah bersiap melanjutkan pekerjaan fisik program TMMD.
Di antara mereka, tampak sosok Komandan Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Eko Majlistyawan Prihantono, turun langsung meninjau progres pembangunan, Minggu (01/03/2028). Dengan langkah mantap, ia menyusuri jalur berbatu yang masih basah oleh sisa hujan semalam.
Sepatu dinasnya sesekali menginjak tanah lembek, namun raut wajahnya tetap tenang. Baginya, medan terjal bukan penghalang, melainkan bagian dari tanggung jawab yang harus dituntaskan. Di hadapannya, para anggota Satgas TMMD bekerja tanpa henti—mengangkut material, meratakan rabat beton, dan memastikan setiap sudut pekerjaan terselesaikan dengan baik.
“Perkembangannya bagaimana hari ini?” tanyanya sembari menepuk bahu salah satu prajurit.
“Siap, Komandan. Pengerjaan terus berjalan sesuai target. Mohon petunjuk lebih lanjut,” jawab prajurit tersebut sigap.
Dialog singkat itu mencerminkan koordinasi yang solid. Bagi sang komandan, peninjauan bukan sekadar formalitas. Ia ingin memastikan kualitas pekerjaan terjaga sekaligus memberi motivasi langsung kepada personel di lapangan.
Di beberapa titik, ia berhenti menelaah detail pengerjaan. Tatapannya menyapu hamparan beton yang mulai mengering—sebuah simbol perubahan bagi warga desa. Sesekali ia berbincang dengan masyarakat yang turut bergotong royong, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah hasil kebersamaan.
“Kita pastikan hasilnya maksimal. Jalan ini akan mempermudah aktivitas warga dan membuka akses yang lebih baik,” pesannya tegas namun bersahaja.
Seiring matahari naik dan suhu kian terasa, semangat di lokasi justru semakin menguat. Kehadiran pimpinan di tengah medan kerja memberi dorongan moral yang tak ternilai. Prajurit dan warga kembali larut dalam ritme kerja, menyatu dalam tekad yang sama.
Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Somagede pun terus menunjukkan kemajuan signifikan. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui perlahan berubah menjadi akses yang kokoh dan layak. Setiap adukan semen dan setiap hamparan beton menjadi bukti nyata pengabdian.
Pagi itu, satu pesan tergambar jelas: kepemimpinan bukan hanya soal perintah dari balik meja, melainkan keberanian untuk hadir, melangkah bersama, dan memastikan harapan masyarakat benar-benar terwujud. (03)
