Beranda Daerah 46 Titik Rawan Macet dan 23 Rawan Bencana Dipetakan Jelang Mudik 2026

46 Titik Rawan Macet dan 23 Rawan Bencana Dipetakan Jelang Mudik 2026

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, titik kemacetan tersebar di jalur Pantura, tengah, hingga selatan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ketika melakukan pengecekan perbaikan jalan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi ketika melakukan pengecekan perbaikan jalan (Foto:pemprov)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah mulai memetakan ruas jalan nasional di Jawa Tengah yang rawan kemacetan dan bencana sebagai langkah mitigasi lonjakan kendaraan serta cuaca ekstrem.

Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, terdapat 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional wilayah Jawa Tengah.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, titik kemacetan tersebar di jalur Pantura, tengah, hingga selatan. Mayoritas berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujarnya saat keterangan pers di Kabupaten Semarang, Jumat (27/2/2026).

Ia menyebut jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk logistik dan bus antarkota.

Selain itu, terdapat 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor. Ruas rawan banjir antara lain Jalan Kaligawe, Sayung perbatasan Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta sejumlah ruas di Brebes, Banyumas, Klaten, hingga Sragen. Sementara titik longsor banyak berada di jalur selatan dan perbukitan seperti Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, serta Banjarnegara–Wonosobo.

Untuk mendukung kelancaran mudik, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai koridor strategis, mulai Pantura barat hingga jalur selatan. Posko dilengkapi personel teknis dan peralatan untuk respons cepat jika terjadi gangguan.

Selain itu, empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta, lengkap dengan alat berat seperti excavator, dump truck, hingga material jembatan darurat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan daerahnya menyambut pemudik. Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama Lebaran 2026, dengan total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujar Luthfi.

Ia juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik, serta menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko gangguan perjalanan.(02)

Exit mobile version