Beranda Daerah Jateng Siap Diserbu 38,71 Juta Pemudik, Wagub Taj Yasin Sebut Jelang Lebaran...

Jateng Siap Diserbu 38,71 Juta Pemudik, Wagub Taj Yasin Sebut Jelang Lebaran Jalan Harus Tuntas

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan seluruh titik perbaikan jalan ditargetkan rampung paling lambat 10 hari sebelum Idulfitri.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika Rapat Koordinasi Lintas Sektoral tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng, Senin (2/3/2026).
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ketika Rapat Koordinasi Lintas Sektoral tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng, Senin (2/3/2026).(Foto:pemprov)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapsiagaan lintas sektor jelang Idulfitri 2026 berjalan maksimal. Provinsi ini kembali menjadi tujuan favorit arus mudik nasional dengan potensi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Data tersebut berdasarkan survei nasional yang dirilis Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan seluruh titik perbaikan jalan ditargetkan rampung paling lambat 10 hari sebelum Idulfitri.

“Insyaallah 10 hari menjelang Idulfitri seluruh titik perbaikan jalan, khususnya di Jawa Tengah, sudah diselesaikan. Jateng siap menjadi salah satu perlintasan utama arus mudik,” tegas Taj Yasin usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral tingkat Menteri secara daring di Mapolda Jateng, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan sejumlah ruas jalan masih dalam tahap peningkatan kualitas. Namun seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum puncak arus mudik.

Tak hanya infrastruktur, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius. Taj Yasin mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat saat periode Lebaran.

“Kita mengikuti arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bahwa potensi hujan masih ada di beberapa titik. Karena itu kesiapsiagaan harus maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng juga melakukan pengecekan kesiapan posko, jalur alternatif, hingga layanan publik guna memastikan kenyamanan pemudik.

“Koordinasi terus kita lakukan agar para pemudik aman, nyaman, dan keluarganya senang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengungkapkan tren bencana nasional pada 2026 meningkat signifikan.

“Hingga awal Maret 2026 ini, jumlah bencana di Indonesia sudah hampir 500 kejadian. Di Jawa Tengah tercatat 82 kejadian banjir, longsor, dan cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Menurutnya, ancaman hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem masih mendominasi jelang Lebaran.

BNPB telah menyiapkan enam langkah strategis, mulai dari penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, penyebaran peta jalur mudik rawan bencana, aktivasi pos komando di daerah rawan, pengerahan personel di titik strategis, hingga operasi modifikasi cuaca bila diperlukan.

BNPB juga mengandalkan aplikasi InaRISK yang terintegrasi dengan Kementerian PUPR, BMKG, TNI, dan Polri untuk pelaporan kejadian secara real time.

“Jika ada longsor atau hambatan akibat bencana, masyarakat bisa langsung melapor. Data terkirim cepat dan aparat bisa segera bergerak,” jelas Suharyanto.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menambahkan curah hujan pada Maret masih tergolong tinggi hingga sangat tinggi, terutama sampai pekan kedua.

“Sepuluh hari pertama Maret masih ada potensi hujan tinggi di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah-DIY. Namun pada 10 hari terakhir Maret kondisinya sudah jauh menurun,” ujarnya.

Dengan proyeksi libur Idulfitri hampir dua pekan, Pemprov Jateng juga mengantisipasi lonjakan wisata. Pengelola destinasi diminta mengatur kapasitas dan sistem parkir secara tertib agar tidak terjadi stagnasi akibat membludaknya pengunjung.(02)

Exit mobile version