SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuka posko terpadu mulai H-8 hingga H+7 Lebaran untuk mengantisipasi kedatangan jutaan pemudik ke wilayah tersebut.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 17,7 juta orang.
“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Luthfi di Semarang, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional. Karena itu, posko yang didirikan akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan jalan terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran.
Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan program mudik gratis bagi perantau. Program tersebut menyediakan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.
Untuk moda kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.
“Program ini kita siapkan agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan mudik dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Selain itu, pemerintah mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi karena curah hujan diprediksi masih tinggi.
“Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi. Beberapa wilayah seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” kata Luthfi.
Sementara itu, berdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, terdapat sedikitnya 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Kepala BBPJN Jateng–DIY Moch Iqbal Tamher menjelaskan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Sebagian besar berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pihaknya menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai jalur nasional wilayah Jawa Tengah yang tersebar di koridor strategis dari jalur Pantura hingga jalur selatan.
“Posko ini kita siagakan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan,” ujar Iqbal.(02)
