26 C
Semarang
, 7 Maret 2026
spot_img

Pemkab Demak Gelar High Level Meeting Antisipasi Lonjakan Harga

Forum strategis ini sebagai wadah koordinasi, evaluasi, sekaligus pengambilan langkah konkret guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat di Kabupaten Demak.

DEMAK, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Demak menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Demak Eisti’anah di Gedung Gradhika Bina Praja.

Forum strategis ini sebagai wadah koordinasi, evaluasi, sekaligus pengambilan langkah konkret guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat di Kabupaten Demak.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Demak, Ahmad Nur Azizul Miftah, dalam laporannya menyampaikan bahwa inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen, sementara inflasi di Jawa Tengah berada pada angka 4,43 persen.

Ia menjelaskan, Kabupaten Demak mengacu pada pergerakan inflasi Kota Semarang sehingga perlu langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

“Karena Kabupaten Demak mengacu pada pergerakan inflasi Kota Semarang, maka peningkatan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan koordinasi, komunikasi efektif antar OPD, sinergi dengan instansi vertikal, serta pengendalian pasokan dan distribusi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri yang secara historis selalu mengalami kenaikan,” kata Miftah, Jumat (6/3/2026).

Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan kerja bersama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan melibatkan berbagai sektor.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Demak akan melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain menjaga ketersediaan pasokan dengan memantau stok dan distribusi secara berkala, serta memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok terutama menjelang puncak arus mudik dan hari raya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengintensifkan operasi pasar dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Upaya penguatan komunikasi publik juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memicu lonjakan harga.

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik. Namun lebih dari itu, pengendalian inflasi adalah upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kesejahteraan tetap terjaga, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini,” ujar Eisti’anah.

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Bupati Demak  Muhammad Badruddin, jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh agama. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN