
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan wisata ramah muslim sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program, antara lain kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan, minuman, bahan baku, kosmetik, hingga barang gunaan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong program penumbuhan wirausaha santri (santripreneur), fasilitasi sertifikasi halal bagi Industri Kecil Menengah (IKM), serta program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi UMKM hingga 17 Oktober 2026.
“Road map kita di Jawa Tengah pada 2025 fokus infrastruktur, 2026 swasembada pangan, dan 2027 pariwisata serta ekonomi syariah. Tidak usah menunggu, sekarang dimulai,” ujar Luthfi saat menghadiri pelantikan pengurus Hipmi Syariah Jawa Tengah masa bakti 2026–2029 di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim dan wisata halal yang dapat menjangkau pasar internasional.
“Kita punya wisata ramah muslim, wisata halal. Jangan hanya mikro dan kecil, tapi juga menengah. Ada banyak negara serumpun yang belum tergarap,” katanya.
Ketua Hipmi Syariah Jawa Tengah, Muhammad Sabiq Kamalul Haq, menyatakan organisasinya siap mendukung pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi halal, khususnya melalui dukungan investasi dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
“Ke depan kami akan membantu pemerintah menuju program wisata halal dan wisata ramah muslim 2027, termasuk dari sisi investasi maupun sertifikasi halal bagi UMKM,” ujarnya.
Saat ini Hipmi Syariah Jawa Tengah memiliki sekitar 50 pengurus dan 500 anggota di berbagai daerah, serta menaungi sekitar 350 UMKM. Organisasi tersebut juga mendorong lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Menjadi pengusaha tidak hanya mencari uang, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial. Social entrepreneur menjadi salah satu fokus program kami,” katanya.(02)