
DEMAK, Jatengnews.id – Sebuah kapal tongkang yang terlepas di perairan pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Demak hanyut terbawa arus hingga menabrak kawasan permukiman warga di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung.
Insiden tersebut dipicu oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan Demak dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa dramatis itu sempat menimbulkan kepanikan warga karena kapal berukuran besar tersebut bergerak tanpa kendali menuju rumah-rumah yang berada tepat di tepi laut.
Sejumlah warga bahkan merekam detik-detik kapal tongkang mendekati permukiman menggunakan telepon genggam. Dalam video yang beredar, badan kapal terlihat perlahan mendekati rumah warga hingga akhirnya menghantam bangunan di bibir pantai.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga diketahui telah lebih dulu mengungsi sejak Jumat (6/3/2026) malam setelah melihat kapal tongkang yang terombang-ambing di laut semakin mendekati kawasan permukiman.
Camat Sayung, Sukarman, membenarkan bahwa warga telah dievakuasi sejak malam sebelumnya untuk menghindari risiko yang lebih besar.
“Warga Dukuh Tambaksari mengungsi di masjid untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ujar Sukarman saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, belasan warga meninggalkan rumah mereka dengan membawa barang-barang penting seperti pakaian, selimut, dan perlengkapan seadanya. Mereka berkumpul di Masjid Tambaksari yang dijadikan tempat pengungsian sementara hingga kondisi dinilai aman.
Menurut Sukarman, keputusan warga untuk mengungsi terbukti tepat karena kapal tongkang tersebut akhirnya benar-benar menghantam kawasan permukiman pada pagi harinya.
“Warga khawatir tongkang akan menabrak rumah, jadi mereka memilih berkumpul di masjid untuk mencari tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Sebelum menghantam rumah warga, kapal tongkang tersebut juga dilaporkan menabrak jembatan yang menjadi akses menuju kawasan wisata religi Makam Syekh Mudzakir pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Benturan itu menyebabkan jembatan mengalami kerusakan sehingga akses warga dan para peziarah menuju lokasi makam terganggu.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bedono, Muham Faiz, membenarkan adanya kerusakan pada jembatan menuju kawasan makam akibat tabrakan kapal tongkang tersebut.
“Benar, ada kapal tongkang yang menabrak jembatan menuju Makam Syekh Mudzakir,” katanya.
Data sementara ada 12 KK atau 45 jiwa yang mengungsi gara-gara kejadian tersebut. Hingga kini pihak terkait masih melakukan peninjauan di lokasi kejadian untuk memastikan tingkat kerusakan serta menyiapkan langkah penanganan.
Warga berharap kapal tongkang tersebut segera dievakuasi dan kerusakan yang ditimbulkan dapat segera diperbaiki. (03)