
DEMAK, Jatengnews.id – Suasana kawasan Masjid Agung Demak selama bulan Ramadan memiliki dinamika tersendiri. Jika pada pagi hingga siang hari kawasan ini cenderung lengang, suasana berubah ramai saat sore menjelang waktu berbuka puasa.
Pengurus Masjid Agung Demak, Khusni Mubarak, mengatakan kawasan Masjid Agung Demak tidak hanya menjadi tempat ibadah. Dalam satu kompleks terdapat tiga lokasi utama yang saling terhubung, yakni Masjid Agung Demak, Museum Masjid Agung Demak, serta kompleks makam tokoh-tokoh penyebar Islam di Jawa.
“Kalau bicara siklus pengunjung, justru yang paling ramai itu dua bulan sebelum Ramadan,” kata Khusni, Sabtu (7/3/2026).
Pada periode tersebut, peziarah dari berbagai daerah berdatangan untuk berdoa dan berziarah. Banyak masyarakat yang menjadikan kunjungan ke Demak sebagai bagian dari persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan.
Lonjakan pengunjung itu juga berdampak pada meningkatnya kunjungan ke Museum Masjid Agung Demak. Beragam koleksi peninggalan sejarah Islam di tanah Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah maupun rombongan keluarga.
Namun, memasuki bulan Ramadan, jumlah kunjungan relatif menurun. Menurut Khusni, masyarakat biasanya lebih fokus menjalankan ibadah puasa di rumah maupun di lingkungan masing-masing.
“Di bulan puasa, kunjungan memang menurun. Masyarakat lebih fokus beribadah di rumah dan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Meski begitu, suasana di kawasan masjid kembali hidup saat sore hari. Warga mulai berdatangan untuk menunggu waktu berbuka puasa, sekaligus mencari takjil.
Pengelola masjid juga rutin menggelar kegiatan berbagi takjil di sisi kanan kawasan masjid dengan jumlah sekitar seribu porsi setiap hari. Tak sedikit masyarakat yang kemudian memilih berbuka puasa bersama di area masjid.
“Sore hari itu waktu paling ramai selama Ramadan. Banyak yang datang mencari takjil, lalu berbuka bersama di sini,” jelasnya.
Menjelang Idulfitri, jumlah pengunjung biasanya kembali meningkat. Para pemudik dari berbagai kota kerap menyempatkan diri singgah untuk berziarah maupun menunaikan zakat fitrah di Masjid Agung Demak.
“Biasanya menjelang Lebaran itu mulai ramai lagi. Pemudik mampir, beribadah, dan berzakat di sini,” tuturnya.
Sebagai salah satu masjid tertua di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Fatah bersama Wali Songo sekitar 560 tahun lalu, Masjid Agung Demak hingga kini tetap menjadi salah satu destinasi utama wisata religi sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat. (03)