Beranda Daerah Disdik Semarang Siapkan Program Pengelolaan Penggunaan HP di Sekolah

Disdik Semarang Siapkan Program Pengelolaan Penggunaan HP di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menjelaskan pihaknya akan merancang pendekatan pengelolaan penggunaan gawai di sekolah melalui konsep yang menekankan disiplin positif bagi peserta didik.

Ilustrasi siswa SMP membawa HP. (Foto : AI)
Ilustrasi siswa SMP membawa HP. (Foto : AI)

SEMARANG, Jatengnews.id — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berencana menindaklanjuti kebijakan terkait penggunaan telepon genggam atau gawai di lingkungan sekolah dengan menyiapkan program khusus yang mengedepankan penggunaan secara bijak dan terarah untuk pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menjelaskan pihaknya akan merancang pendekatan pengelolaan penggunaan gawai di sekolah melalui konsep yang menekankan disiplin positif bagi peserta didik.

Menurut Ahsan, penggunaan telepon genggam di sekolah pada prinsipnya diperbolehkan selama mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun, apabila tidak digunakan untuk pembelajaran, gawai harus dimatikan atau disimpan di tempat khusus yang telah disediakan oleh sekolah.

“Pada intinya, penggunaan HP dan gawai di sekolah berada pada posisi untuk pembelajaran. Ketika tidak digunakan untuk pembelajaran, maka HP dan gawai tersebut dalam kondisi dimatikan atau disimpan di tempat khusus,” ujarnya, Senin (09/03/2026).

Ia menambahkan, gawai dapat kembali digunakan oleh siswa setelah
jam pelajaran selesai, misalnya untuk keperluan komunikasi dengan orang tua maupun kebutuhan lain yang bersifat penting.

Kebijakan ini, lanjut Ahsan, lebih menekankan pada pengaturan penggunaan telepon genggam di ruang kelas agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Pendekatan yang dilakukan juga akan melibatkan sosialisasi melalui berbagai media agar dapat dipahami dan diterapkan oleh sekolah, guru, maupun siswa.

Disdik Kota Semarang meyakini kebijakan tersebut akan terus dikembangkan dengan langkah-langkah lanjutan yang lebih komprehensif guna mendukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan penggunaan gawai di lingkungan pendidikan.

“Kami meyakini nanti akan ada tindak lanjut yang lebih lengkap untuk mendukung kebijakan pemerintah yang baik tersebut,” katanya. (03)

Exit mobile version