27 C
Semarang
, 10 Maret 2026
spot_img

Wagub Jateng Dukung Program AGUS PBNU, Perkuat Gizi dan Literasi Al-Qur’an Santri

Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas santri, baik dari sisi penguatan pendidikan Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap program Gerakan Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas santri, baik dari sisi penguatan pendidikan Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi.

Dukungan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026).

Menurut Taj Yasin, program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf serta dukungan terhadap pemenuhan makanan bergizi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng selama ini juga memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an. Salah satunya melalui pemberian tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi generasi muda.

“Dengan adanya distribusi mushaf ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an,” kata Taj Yasin.

Program AGUS sendiri diluncurkan dengan mendistribusikan 100 ribu mushaf Al-Qur’an senilai sekitar Rp10 miliar serta bantuan 20 ton telur untuk pesantren. Program ini digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha, mengatakan kebutuhan dukungan bagi santri masih cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga para santri harus bergantian saat belajar. Selain itu, sejumlah riset juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri.

“Santri adalah masa depan kita. Oleh karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan program AGUS menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

Menurutnya, PBNU juga telah bekerja sama dengan pemerintah dalam pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Hingga kini hampir 200 titik telah diresmikan, sementara lebih dari 300 lainnya masih dalam proses pembangunan.

“Alhamdulillah sore hari ini RMI meluncurkan satu lagi program yang menjadi wujud ikhtiar untuk menambah bantuan yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan pesantren,” kata Yahya.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak santri mendapatkan akses terhadap makanan bergizi sekaligus sarana pembelajaran Al-Qur’an yang memadai.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN