28 C
Semarang
, 10 Maret 2026
spot_img

Antisipasi Kemacetan Saat Mudik, Polda Jateng Siapkan One Way Lokal

Artanto menyebutkan pengawasan arus mudik tidak hanya difokuskan pada jalur tol, tetapi juga jalur arteri yang menjadi alternatif perjalanan masyarakat.

SEMARANG, Jatengnews.id – Polda Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan skema rekayasa lalu lintas one way lokal di ruas tol dalam kota untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kebijakan ini akan diterapkan sebagai diskresi kepolisian untuk melengkapi penerapan one way nasional yang dikendalikan oleh Korlantas Polri.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, skema tersebut disiapkan setelah kepolisian melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan kendaraan yang melintas di wilayah Jawa Tengah, baik di jalur tol maupun arteri.

“Penerapan one way lokal, merupakan diskresi kepolisian berdasarkan hasil pemantauan kepadatan arus lalu lintas di wilayah Jawa Tengah oleh Dirlantas [Kombes Pol. Pratama Adhyasastra],” kata Kombes Pol Artanto kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Maksudnya, skema ini menjadi upaya lanjutan dari one way nasional dari Jakarta.

Ia menjelaskan, pusat kendali rekayasa lalu lintas akan ditempatkan di Pos Terpadu Gerbang Tol (GT) Kali Kangkung, Kota Semarang. Pos tersebut akan menjadi pusat koordinasi pengaturan arus lalu lintas bersama lebih dari 35 Polres di wilayah Jawa Tengah.

Artanto menyebutkan pengawasan arus mudik tidak hanya difokuskan pada jalur tol, tetapi juga jalur arteri yang menjadi alternatif perjalanan masyarakat.

“Pengawasan tidak hanya dilakukan pada jalur tol, tetapi juga pada jalur arteri. Jalur Pantura, jalur tengah, jalur selatan, serta jalur selatan-selatan akan dipantau dan dikendalikan dari Pos Terpadu Kali Kangkung,” jelasnya.

Dalam pemantauan tersebut, kepolisian juga memetakan sejumlah wilayah aglomerasi yang menjadi titik perhatian selama arus mudik dan balik Lebaran. Empat wilayah yang menjadi fokus pengawasan meliputi Banyumas, Wonosobo dengan jalur Dieng hingga Magelang, Klaten yang terhubung dengan jalur Yogyakarta, serta wilayah Semarang yang mencakup jalur Ungaran, Demak, dan Jepara.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepolisian, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret, sementara gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Rentang waktu yang panjang tersebut, diminta untuk dimanfaatkan dengan baik supaya arus mudik tidak menumpuk.

Selain menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, Polda Jateng juga menyediakan layanan informasi berbasis digital bagi pemudik melalui aplikasi chatbot bernama “Si Polan”. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui informasi jalur alternatif, lokasi rest area, hingga tempat beristirahat secara real time selama perjalanan.

“Kami juga mengimbau pemudik untuk memastikan kondisi fisik prima, kendaraan laik jalan, dan ketersediaan bahan bakar [BBM],” harapnya.

Kesiapan tersebut, kiranya dapat mengurangi penumpukan di dalam tol.

“Agar pengendara tidak perlu keluar tol hanya untuk mengisi BBM yang bisa menyebabkan antrean panjang,” ujarnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN