JEPARA, Jatengnews.id – Suasana kebersamaan terasa hangat di kompleks PLTU Tanjung Jati B, Tubanan, Jepara, saat PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B menggelar Safari Ramadhan dan buka puasa bersama Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Energo tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai PLN UIK Tanjung Jati B serta jajaran manajemen entitas TJB Raya, yang terdiri dari Aset Owner PT Central Java Power (CJP) dan sejumlah Aset Operator yaitu PT TJB Power Services (TJBPS), PT KPJB, PT Bhumi Jati Power (BAG), PT AGP, dan PT Nusantara Power Services (NPS).
Rangkaian Safari Ramadan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan marbot, sambutan manajemen, tausiyah Ramadhan, hingga buka puasa bersama dan salat Maghrib berjamaah.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyampaikan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi antar entitas yang selama ini berperan menjaga operasional pembangkit.

Menurutnya, PLTU Tanjung Jati B dioperasikan oleh tujuh entitas yang selama lebih dari dua dekade bekerja bersama untuk memastikan pembangkit tetap andal dalam menopang sistem kelistrikan.
“Seluruh entitas yang ada di Tanjung Jati B telah bekerja bersama selama lebih dari dua puluh tahun. Sinergi dan kolaborasi inilah yang membuat operasional pembangkit tetap stabil dan andal,” ujar Andi.
Ia juga menjelaskan bahwa selama Ramadhan 2026, seluruh unit PLTU Tanjung Jati B beroperasi optimal dalam menopang sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Unit 1 dan 2 masing-masing beroperasi dengan beban 650 MW, sedangkan unit 3 dan 4 beroperasi dengan beban 660 MW.
Data operasional menunjukkan beban puncak sistem Jamali selama periode Ramadhan mencapai 31.762 MW pada 20 Februari 2026 pukul 16.00 WIB. Sementara itu, sistem Jawa Tengah dan DIY mencatat beban puncak sebesar 5.255 MW pada 24 Februari 2026 pukul 11.00 WIB.
Dalam sistem tersebut, PLTU Tanjung Jati B memberikan kontribusi sekitar 8 persen terhadap sistem Jamali dan sekitar 45 persen terhadap sistem Jawa Tengah dan DIY, menjadikannya salah satu pembangkit strategis dalam menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut.
Andi juga mengungkapkan bahwa pada awal tahun sempat terdapat tantangan terkait pasokan batubara. Namun berkat langkah pengamanan yang dilakukan tim, operasional pembangkit tetap berjalan stabil dengan rata-rata Hari Operasi Pembangkit (HOP) sekitar 10 hari.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary, menegaskan bahwa sektor pembangkitan memiliki peran penting dalam menjalankan amanat konstitusi untuk menyediakan listrik bagi masyarakat.
Menurutnya, listrik merupakan infrastruktur vital yang menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat sehingga keberlanjutan operasional pembangkit harus terus dijaga.
Pemerintah, lanjutnya, terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) guna menjamin ketersediaan pasokan batubara bagi pembangkit listrik.
“Saat ini pemerintah telah memberikan penugasan pasokan batubara sebesar 82 juta metrik ton untuk pembangkit PLN maupun Independent Power Producer di seluruh Indonesia,” ujar Rizal.
Ia juga menegaskan bahwa pembangkit besar dalam sistem Jamali, termasuk PLTU Tanjung Jati B, akan terus dioptimalkan untuk meningkatkan Hari Operasi Pembangkit sehingga keandalan sistem kelistrikan nasional semakin kuat.
Rizal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN dan mitra kerja di Tanjung Jati B atas kinerja operasional yang dinilai sangat baik.
“Kinerja tim di Tanjung Jati B sangat baik dan pembangkit ini menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan nasional,” katanya.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, PLN berharap kebersamaan yang terjalin dapat semakin memperkuat semangat kolaborasi seluruh insan pembangkitan dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. (ADV)