TEGAL, Jatengnews.id – Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar Tegal Luwih Apik Innovation Award 2025 untuk menghargai inovator dan perangkat daerah yang menghadirkan terobosan pelayanan publik, Senin (9/3/2026) di Gedung Dadali.
Kepala Bapperida Tegal, Muhammad Faried Wajdy, menyebut penilaian inovasi tidak hanya dari jumlah, tapi juga kematangan melalui 20 indikator, termasuk regulasi, SDM, anggaran, dan kepuasan pengguna. Indeks inovasi Tegal naik dari 60,33 (2023) menjadi 77,59 (2025), meski posisi nasional masih di peringkat 33.
Bupati Ischak Maulana Rohman menegaskan inovasi menjadi kebutuhan birokrasi untuk menghadapi tantangan pembangunan, dengan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti program Sadesa yang memberi 387 beasiswa bagi penguatan SDM.
Ke depan, penghargaan inovator direncanakan tidak hanya simbolis, tetapi juga berupa peningkatan kapasitas, termasuk kemungkinan beasiswa S2 bagi inovator terbaik. “Inovasi adalah kunci kemajuan Kabupaten Tegal,” pungkas Bupati.(02)
