
SEMARANG, Jatengnews.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menerapkan rekayasa lalu lintas di Exit Tol Bawen selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan karena kawasan simpang Bawen hingga exit tol tersebut kerap menjadi titik kepadatan sekaligus rawan kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko mengatakan, rekayasa lalu lintas akan mulai diberlakukan pada H-7 Lebaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemisahan jalur kendaraan, termasuk penyediaan jalur khusus bagi sepeda motor.
“Pengguna jalur itu sudah mulai terpisah, nanti akan dibuatkan jalur khusus untuk sepeda motor. Di sana juga akan ada pengaturan lalu lintas, termasuk traffic light yang diatur tersendiri,” ujar Arief saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi meninjau kesiapan tol fungsional Bawen–Ambarawa, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pos pengamanan terpadu di kawasan tersebut mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil koordinasi antara Pemprov Jateng, kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, serta Jasa Marga.
Arief menambahkan, rekayasa tersebut bersifat sementara selama masa mudik dan balik Lebaran. Setelah periode tersebut berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi berharap keberadaan pos pengamanan dapat membantu mengurai persoalan lalu lintas di kawasan tersebut. “Pospam itu kepanjangtanganan Polres untuk problem solving di tempat itu,” katanya.(02)