KARANGANYAR, Jatengnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Karanganyar mulai matangkan persiapan Porprov Jawa Tengah yang akan digelar pertengahan tahun 2026 mendatang.
Ketua KONI Karanganyar Bagus Selo, usai rapat koordinasi yang digelar di ruang OR DPRD setempat, Rabu (11/3/2026) kepada wartawan mengatakan rapat koordinasi ini difokuskan pada kesiapan pelaksanaan training center (TC) bagi para atlet yang akan dimulai pada April mendatang.
Bagus Selo menjelaskan, jumlah cabang olahraga yang lolos kualifikasi Porprov mencapai 48 cabor dengan total 254 atlet dan 63 pelatih, sehingga keseluruhan kontingen yang dipersiapkan mencapai 317 orang.
“Karena waktunya berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri, kami sekaligus mengajak seluruh pengurus KONI, ketua cabor, serta pelatih untuk rapat koordinasi dalam rangka persiapan TC menghadapi Porprov,”terangnya.
Menurutnya, jumlah cabor dan atlet dalam Porprov mendatang, menunjukkan peningkatan dibandingkan keikutsertaan sebelumnya. Karena itu, persiapan akan dimaksimalkan agar para atlet dapat tampil optimal.
“Persiapan TC ini benar-benar kami maksimalkan. Nantinya atlet juga akan mendapatkan pelatihan fisik secara khusus, termasuk fasilitas fitness dan fisioterapi,”ujarnya.
Dari puluhan cabang olahraga tersebut, sejumlah cabor dinilai memiliki potensi besar untuk meraih medali emas, di antaranya angkat besi, binaraga, dan angkat berat.
“Secara keseluruhan, KONI menargetkan sekitar 15 medali emas pada ajang Porprov mendatang,”tandasnya.
Mengenai penghargaan bagi atlet berprestasi, KONI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Karanganyar, Pasalnya, menurut Bagus Selo, adanya pengurangan anggaran dari APBD sehingga pembahasan reward bagi peraih medali emas akan diajukan saat perubahan anggaran.
“Untuk penghargaan atlet yang meraih medali, nanti akan kami koordinasikan dengan Bupati saat perubahan anggaran,”ungkapnya.
Disisi lain, total anggaran yang disiapkan untuk persiapan TC dan keikutsertaan pada Porprov mencapai sekitar Rp4,5 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembiayaan TC di masing-masing cabang olahraga serta kebutuhan teknis lainnya.
Mengenai penggunaan fasilitas olahraga, KONI Karanganyar juga mempertimbangkan beberapa lokasi, termasuk kemungkinan memanfaatkan fasilitas di kawasan wisata olahraga Intanpari maupun fasilitas milik NPC.
Namun pihaknya masih akan melakukan penjajakan karena biaya sewa di beberapa tempat dinilai cukup tinggi.
“Kami akan melakukan pendekatan, apakah menggunakan Intanpari atau fasilitas lain seperti NPC,”tegasnya. (03)
