Beranda Daerah Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series, Targetkan 3.500 Peserta

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series, Targetkan 3.500 Peserta

Empat kota yang terlibat dalam seri tersebut adalah Bandung, Surabaya, Tangerang, dan Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri pembukaan The Ultimate 10K Series di Jakarta, Selasa (10/03/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG, Jatengnews.id — Ajang lari Semarang 10K tahun 2026 akan digelar dengan konsep yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, Semarang 10K resmi menjadi bagian dari The Ultimate 10K Series, sebuah rangkaian lomba lari yang menghubungkan empat kota besar di Indonesia.

Empat kota yang terlibat dalam seri tersebut adalah Bandung, Surabaya, Tangerang, dan Semarang. Peluncuran rangkaian event ini dilakukan di Jakarta pada Selasa (10/3/2026), sebagai bentuk kolaborasi antar daerah untuk memperkuat pengembangan sport tourism di Indonesia.

Rangkaian lomba akan dimulai di Bandung pada 17 Mei 2026. Setelah itu, event berlanjut ke Surabaya dan Tangerang sebelum akhirnya ditutup di Semarang pada 13 Desember 2026.

Secara keseluruhan, The Ultimate 10K Series menargetkan partisipasi sekitar 13.600 pelari dari dalam maupun luar negeri. Khusus untuk Semarang 10K, panitia menargetkan sekitar 3.500 peserta yang akan mengikuti lomba dengan rute yang melintasi sejumlah titik ikonik di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri pembukaan The Ultimate 10K Series di Jakarta, Selasa (10/03/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri pembukaan The Ultimate 10K Series di Jakarta, Selasa (10/03/2026). (Foto : Dok Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut positif keikutsertaan Semarang dalam rangkaian tersebut. Ia mengatakan komunitas lari di Semarang memiliki antusiasme tinggi yang selama ini turut mendorong meningkatnya kunjungan wisata.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan Semarang 10K selalu menarik pelari dari berbagai daerah yang sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk berwisata di kota tersebut.

Agustina juga menilai posisi Semarang sebagai kota penutup dalam rangkaian lomba memberikan peluang besar untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah. Para pelari yang mengikuti seri sebelumnya diperkirakan akan datang ke Semarang untuk menyelesaikan rangkaian lomba di akhir tahun.

Ia menambahkan, Semarang memiliki banyak daya tarik bagi para pelari, mulai dari kawasan heritage Kota Lama, ragam kuliner khas, hingga bentang alam yang membentang dari perbukitan hingga kawasan pantai.

Sementara itu, perwakilan panitia dari Kompas, Budi Suwardi, menjelaskan bahwa konsep penggabungan empat kota dalam satu seri bertujuan menghubungkan berbagai potensi daerah, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun pariwisata.

Melalui konsep ini, penyelenggara berharap dapat memperkuat ekosistem sport tourism di Indonesia sekaligus mendorong pergerakan ekonomi daerah. Kehadiran ribuan pelari di setiap kota diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif lokal.

Pelari elite nasional Agus Prayogo juga menilai semakin banyaknya event lari di Indonesia menjadi peluang baik bagi perkembangan atletik nasional. Menurutnya, banyaknya kompetisi akan memotivasi pelari dari berbagai daerah untuk berlatih dan berprestasi.

Dengan rangkaian event tersebut, Kota Semarang diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi sport tourism yang terus berkembang di Indonesia. (ADV)

Exit mobile version