SEMARANG, Jatengnews.id – Menjelang arus mudik Lebaran, Provinsi Jawa Tengah diperkirakan kembali menjadi salah satu daerah tujuan utama para pemudik dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kondisi ini membuat berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, terus mempersiapkan langkah-langkah guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengatakan bahwa mudik merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna penting bagi masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya.

Menurut perkiraan, sekitar 38,71 juta orang diprediksi akan menuju Jawa Tengah saat musim mudik tahun ini. Karena itu, Sumanto meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk terus memperkuat kesiapan menghadapi lonjakan arus kendaraan dan mobilitas masyarakat.
“Dengan jumlah pemudik yang cukup besar menuju Jawa Tengah, berbagai persiapan perlu dimaksimalkan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan pos pengamanan dan pelayanan bagi pemudik,” ujar Sumanto.
Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat menempuh perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
Selain kesiapan dari pemerintah, Sumanto juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan. Menurutnya, kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
“Banyak masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, patuhi aturan lalu lintas, dan jangan memaksakan diri berkendara jika sudah merasa lelah,” katanya.
Ia juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan posko pelayanan yang telah disediakan oleh aparat apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan. Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem maupun kondisi jalan di beberapa titik yang rawan.
Di sisi lain, Sumanto mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah pihak swasta yang kembali menggelar program mudik gratis bagi warga perantauan. Program tersebut menggunakan moda transportasi bus dan kereta api, dengan titik keberangkatan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Menurutnya, program mudik gratis dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya.
“Program ini sangat membantu masyarakat, sekaligus dapat menekan potensi kemacetan dan kecelakaan selama arus mudik,” jelasnya.
Sumanto menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri di Jawa Tengah membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Ia berharap koordinasi antarinstansi serta partisipasi masyarakat dapat berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan mudik tahun ini berlangsung aman, tertib, dan lancar. (ADV)