Beranda Daerah KPK Tangkap Bupati Cilacap dalam Operasi Senyap

KPK Tangkap Bupati Cilacap dalam Operasi Senyap

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa dalam operasi tersebut penyidik mengamankan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. (Foto : Dok Pemkab Cilacap)
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. (Foto : Dok Pemkab Cilacap)

SEMARANG, Jatengnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 13 Maret 2026.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa dalam operasi tersebut penyidik mengamankan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

“Benar (OTT Bupati Cilacap),” kata Fitroh saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/03/2026).

Fitroh belum menjelaskan perkara yang melatarbelakangi operasi itu. Ia hanya menyebut kegiatan masih berlangsung.

Penindakan di Cilacap menambah daftar operasi senyap KPK sepanjang 2026. Hingga Maret ini, lembaga antikorupsi tersebut setidaknya telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan.

Pada awal tahun, KPK menggelar OTT terkait dugaan tindak pidana korupsi pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.

Operasi berikutnya menjerat Wali Kota Madiun, Maidi. Ia diduga terlibat pemerasan dengan modus fee proyek, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta gratifikasi.

KPK juga menangkap Bupati Pati, Sudewo, dalam perkara dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa.

Pada operasi lain, KPK menindak dugaan korupsi restitusi pajak di KPP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta dugaan korupsi importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

KPK juga menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok, I Wayan Eka Mariarta, dan Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan, terkait dugaan suap pengurusan sengketa lahan.

Berikutnya, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dijaring dalam operasi senyap terkait dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023–2026.

Terakhir sebelum operasi di Cilacap, KPK menangkap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobar. Ia diduga menerima hadiah atau janji terkait ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. (03)

Exit mobile version