Beranda Daerah Sumanto Ajak Pelaku UMKM Optimalkan Momentum Lebaran untuk Dongkrak Penjualan

Sumanto Ajak Pelaku UMKM Optimalkan Momentum Lebaran untuk Dongkrak Penjualan

Periode menjelang Lebaran dinilai menjadi waktu yang tepat bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan pemasaran produk.

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat memberikan paparan belum lama. (Foto : Dok DPRD Jateng)

SEMARANG, Jatengnews.id – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diajak Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, untuk memanfaatkan momentum Ramadan hingga Idul Fitri sebagai peluang meningkatkan penjualan.

Periode menjelang Lebaran dinilai menjadi waktu yang tepat bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan pemasaran produk.

Menurut Sumanto, aktivitas ekonomi masyarakat biasanya meningkat selama bulan Ramadan hingga setelah perayaan Idul Fitri. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk menawarkan berbagai produk yang banyak dibutuhkan masyarakat, mulai dari makanan khas Lebaran, kue kering, busana, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

“Setiap momentum hari raya keagamaan seperti Idul Fitri selalu diiringi dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dengan menghadirkan produk yang berkualitas dan menarik bagi konsumen,” kata Sumanto, baru-baru ini.

Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Foto : Dok DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Foto : Dok DPRD Jateng)

Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya kreativitas dalam strategi pemasaran. Ia mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dan media sosial agar jangkauan pemasaran semakin luas. Menurutnya, pemasaran secara daring dapat membantu produk UMKM dikenal lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

Selain itu, inovasi dalam desain dan kemasan produk juga menjadi faktor penting untuk menarik minat konsumen, terutama di tengah meningkatnya permintaan saat menjelang Idul Fitri.

“Pelaku UMKM harus terus berinovasi, baik dari segi produk maupun kemasan. Jika tampilannya menarik dan kualitasnya terjaga, peluang produk UMKM untuk diminati masyarakat tentu akan semakin besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumanto menilai bahwa peningkatan daya saing menjadi hal penting bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar. Ia menyebut, keterbatasan daya saing masih menjadi salah satu kendala yang kerap dihadapi pelaku UMKM dalam menarik minat konsumen.

Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan lemahnya daya saing adalah terbatasnya jangkauan pemasaran. Hal ini terjadi karena sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan metode pemasaran tradisional atau offline, minimnya akses informasi pasar, jaringan yang terbatas, serta kualitas produk yang belum konsisten.

“Selain itu, masih ada persoalan lain seperti standarisasi produk yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, hingga masalah permodalan,” jelasnya.

Sumanto menambahkan, untuk meningkatkan daya saing, pelaku UMKM perlu menghadirkan produk yang memiliki keunikan. Produk yang berbeda dan khas akan lebih mudah menarik perhatian konsumen serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Pelaku UMKM juga harus peka terhadap tren yang berkembang di masyarakat. Dari situ biasanya muncul peluang usaha. Dengan menyesuaikan produk sesuai selera pasar, peluang meraih keuntungan tentu akan semakin besar,” pungkasnya. (ADV)

Exit mobile version