SEMARANG, Jatengnews.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melalui lembaga Lazismu resmi meluncurkan program Beasiswa 1000 Yatim 2026. Acara serah terima beasiswa secara simbolis berlangsung meriah di Aula GKB 2 Lantai 8 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Jumat (13/3/2026) sore.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. H. A. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag, menegaskan bahwa program ini merupakan pilar utama dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada mereka yang paling berhak.
Sasar 1.088 Siswa dari TK hingga SMP
Hasan Asy’ari menjelaskan bahwa Lazismu menyalurkan beasiswa tersebut kepada 1.088 siswa yatim yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Tengah. Penerima manfaat mencakup pelajar dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kami mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah ini kepada 1.088 siswa yatim dari berbagai daerah di Jawa Tengah agar mereka tetap bisa menempuh pendidikan dengan layak,” ungkap Hasan.
Muhammadiyah mengalokasikan total dana mencapai Rp1,8 miliar untuk menyukseskan program ini. Angka fantastis tersebut berasal dari akumulasi zakat profesi, zakat harta, serta donasi masyarakat yang terhimpun melalui Lazismu.
Hasan menilai inisiatif ini sebagai langkah konkret Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sekaligus membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sinergi Strategis dengan Danamon Syariah
Program kali ini semakin kuat berkat kolaborasi dengan Danamon Syariah. Andrie Kurniawan, selaku Danamon Syariah Regional Ecosystem Business Head Jateng-DIY, turut hadir dan menyerahkan bantuan secara langsung.
Andrie menyatakan bahwa Danamon Syariah berkomitmen penuh mendukung pendidikan penerus bangsa melalui sinergi dengan Lazismu Jateng.
“Kami berharap sinergi ini terus meningkat sehingga anak-anak penerima manfaat bisa belajar lebih baik, berprestasi, dan mewujudkan cita-citanya,” tutur Andrie. Ia juga berharap kelak para siswa ini sukses dan memiliki empati untuk menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan.
Verifikasi Ketat dan Transparan
Untuk menjamin ketepatan sasaran, Lazismu menerapkan mekanisme penyaluran yang terkontrol melalui lembaga pendidikan masing-masing siswa.
Tim Verifikasi: Bertugas memastikan penerima berasal dari keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Kontrol Lembaga: Penyaluran lewat sekolah memudahkan pengawasan penggunaan dana pendidikan.
Hasan menutup penjelasannya dengan komitmen bahwa ke depan, Muhammadiyah tidak hanya fokus pada bantuan uang sekolah, tetapi juga menyentuh penguatan ekosistem pendidikan secara luas.
“Harapannya, program ini membangkitkan semangat belajar siswa agar mereka memiliki masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (01).



