Beranda Pendidikan Wujudkan Kampus Bermartabat, Undip Dorong Hilirisasi 35 Riset Unggulan untuk Bangsa

Wujudkan Kampus Bermartabat, Undip Dorong Hilirisasi 35 Riset Unggulan untuk Bangsa

Undip juga memperkenalkan teknologi ozon untuk mengawetkan hasil tani.

Undip dorong riset
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi, dan Komunikasi Publik Undip, Dr. Wijayanto, PhD saat diwawancara wartawan, Kamis (12/3/2026). (Foto: JN)

SEMARANG, Jatengnews.id – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui tangan dingin para dosen dan penelitinya, kampus ini sukses melahirkan sedikitnya 35 inovasi unggulan yang siap menjawab berbagai persoalan bangsa.

Dalam momentum Dies Natalis ke-68 tahun 2025 bertema “Inovasi untuk Bangsa: When Innovation Meets Impact”, Undip memamerkan deretan karya tersebut sebagai bukti bahwa riset akademis mampu memberikan dampak langsung.

Solusi Air Bersih dan Ketahanan Pangan

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi, dan Komunikasi Publik Undip, Dr. Wijayanto, PhD, menegaskan bahwa Undip bertekad menjadi kampus bermartabat yang menebar manfaat. Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah mesin desalinasi.

“Teknologi ini mampu mengubah air payau atau air laut menjadi air siap minum. Kehadirannya sangat krusial bagi warga di pesisir Pantura seperti Demak, Jepara, hingga Pekalongan yang terdampak perubahan iklim,” ujar Wijayanto di Ruang Sidang Rektor dalam kegiatan media gathering bersama wartawan, Kamis (12/3/2026).

Tak hanya untuk wilayah pesisir, mesin ini juga menyasar daerah dengan kandungan kapur tinggi seperti Grobogan dan Blora. Wijayanto menjelaskan bahwa air berkualitas buruk berisiko menghambat penyerapan nutrisi yang memicu stunting.

Selain masalah air, Undip juga memperkenalkan teknologi ozon untuk mengawetkan hasil tani. Berkat alat ini, petani dapat menyimpan bawang dan cabai hingga berbulan-bulan tanpa khawatir membusuk.

Menembus Pasar Nasional dan Internasional

Kehebatan inovasi Undip kini mulai dilirik berbagai daerah. Wijayanto mengungkapkan bahwa permintaan mesin desalinasi terus mengalir dari Kalimantan hingga Maluku. Bahkan, Pemerintah sempat meminta hibah mesin tersebut untuk membantu korban bencana di Sumatera beberapa waktu lalu.

“Kampus ini berhasil menjadi bagian dari solusi masalah bangsa. Kami terus mendorong hilirisasi riset melalui direktorat khusus agar hasil penelitian benar-benar sampai ke tangan masyarakat,” tambahnya.

Prestasi Undip tidak hanya datang dari jajaran dosen. Tim Antawirya Undip baru saja mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2026 di Doha, Qatar (21–25 Januari 2026).

Dalam kompetisi kendaraan hemat energi tersebut, Tim Antawirya sukses menyabet dua gelar sekaligus:

Juara 2 kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE).

Juara 4 kategori Prototype Battery Electric (EV).

Kemenangan ini mengantarkan Tim Antawirya Rodhan ICE Undip melaju ke kualifikasi World Championship Shell Eco-Marathon 2027.

“Ini sangat membanggakan. Mahasiswa Teknik kita mampu menciptakan kendaraan spesifikasi terbaru dan membuktikan bahwa karya Indonesia bisa merajai panggung dunia,” pungkas Wijayanto. (01).

Exit mobile version