BLORA, Jatengnews.id – Permintaan uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idulfitri kembali meningkat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) atau “salam tempel” kepada keluarga dan kerabat mendorong masyarakat berburu uang Rupiah yang masih layak edar dan dalam kondisi baru.
Menjawab lonjakan kebutuhan tersebut, BRI melalui Kantor Cabang (Kanca) Blora membuka layanan penukaran uang baru bagi masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, ratusan warga memanfaatkan fasilitas ini untuk menukar uang lama mereka dengan uang Rupiah emisi terbaru.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Bank Indonesia melalui kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.” Dalam program tersebut, BRI Kanca Blora menjadi salah satu titik layanan strategis guna memastikan ketersediaan uang layak edar di masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Untuk meningkatkan ketertiban dan efisiensi layanan, penukaran kini dilakukan melalui sistem pendaftaran daring melalui situs resmi PINTAR BI. Skema ini memungkinkan masyarakat mendapatkan jadwal penukaran secara teratur sekaligus mengurangi antrean di lokasi layanan.
Melalui program SERAMBI 2026, setiap warga yang telah mendaftar secara daring dapat menukarkan uang dengan nilai maksimal hingga Rp5,3 juta per orang. Paket penukaran tersebut telah disusun dengan komposisi pecahan yang beragam guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
Pecahan yang tersedia mencakup nominal Rp50.000 dan Rp20.000, serta pecahan yang paling banyak diburu untuk tradisi berbagi THR, yakni Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, hingga Rp1.000.
Branch Office Head BRI Blora, Ahmad Zakaria, mengatakan pelaksanaan layanan ini merupakan bagian dari sinergi antara perbankan dan Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran distribusi uang tunai pada periode permintaan tinggi.
“BRI Kanca Blora menyambut baik pelaksanaan program SERAMBI 2026. Melalui layanan penukaran uang baru ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh uang Rupiah yang layak edar untuk berbagai kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Ahmad Zakaria melalui siaran pers Senin (16/03/2026).
Menurutnya, ketersediaan uang layak edar memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat selama bulan Ramadan. Selain mendukung transaksi harian, uang pecahan baru juga memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat, sedekah, serta mempererat silaturahmi melalui tradisi berbagi THR di momentum Lebaran. (03)



