Beranda Ekonomi Jasa Marga Kantongi Kredit Rp17,92 Triliun, Tol Jogja-Bawen Dikebut

Jasa Marga Kantongi Kredit Rp17,92 Triliun, Tol Jogja-Bawen Dikebut

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menyampaikan, pendanaan ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat pembangunan proyek yang dinilai strategis tersebut.

Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. (Foto: Dok Jasa Marga)
Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. (Foto: Dok Jasa Marga)

SEMARANG, Jatengnews.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengamankan pendanaan jumbo senilai Rp17,92 triliun untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

Suntikan dana dari sindikasi perbankan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek tol penghubung Yogyakarta-Semarang tersebut dipacu di tengah kebutuhan mendesak akan konektivitas baru di Jawa bagian tengah.

Pendanaan tersebut disalurkan melalui anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Jogja Bawen, sebagai bagian dari pembiayaan total proyek yang mencapai Rp25,61 triliun.

Sejumlah bank besar terlibat dalam sindikasi ini, yakni Bank Mandiri, Bank Central Asia, serta PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai pengatur utama. Sementara Maybank Indonesia dan Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta masuk sebagai partisipan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menyampaikan, pendanaan ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat pembangunan proyek yang dinilai strategis tersebut.

“Kepercayaan lembaga keuangan ini akan mempercepat pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen dan diharapkan memberi nilai tambah bagi konektivitas serta pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026) kemarin.

Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,12 kilometer digadang-gadang menjadi solusi atas bottleneck lalu lintas di jalur arteri selatan yang selama ini kerap padat, terutama di kawasan Magelang hingga Bawen.

Proyek ini terbagi dalam enam seksi, mulai dari Sleman hingga Bawen, yang akan menghubungkan langsung wilayah Yogyakarta dengan Semarang.

Jika rampung, jalur ini tak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga memperkuat integrasi jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang selama ini belum sepenuhnya menjangkau kawasan DIY.

Meski masih dalam tahap pembangunan, sebagian ruas yakni Seksi 6 Ambarawa-Bawen telah difungsikan secara terbatas untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026.

Langkah ini menunjukkan proyek tersebut tak hanya berorientasi jangka panjang, tetapi juga menjawab kebutuhan lalu lintas jangka pendek.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J. Dwi Winarsa, mengatakan proses menuju tahap pendanaan ini tidak singkat dan melibatkan banyak pihak.

“Ini menjadi awal yang baik untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar proyek jalan tol, koridor Jogja-Bawen diposisikan sebagai pengungkit ekonomi baru. Jalur ini akan membuka akses lebih cepat ke kawasan wisata seperti Borobudur hingga memperlancar distribusi logistik antarwilayah.

Namun di sisi lain, proyek bernilai besar ini juga menjadi taruhan bagi Jasa Marga dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi infrastruktur dan kesehatan keuangan perusahaan.

Dengan financial close yang telah tercapai, pembangunan kini masuk fase krusial. Publik menunggu sejauh mana proyek ini benar-benar mampu menjawab persoalan klasik: kemacetan, mahalnya logistik, dan timpangnya konektivitas di wilayah Yogyakarta-Jawa Tengah. (03)

Exit mobile version