SEMARANG, Jatengnews.id – Perayaan Idul Fitri selalu identik dengan hidangan khas bersantan seperti opor ayam dan rendang. Namun, tren kuliner masyarakat mulai bergeser dengan menghadirkan pilihan yang lebih ringan namun tetap menggugah selera.
Salah satu yang kini semakin populer adalah Soto Boyolali, sajian berkuah bening yang dikenal segar dan gurih.
Di tengah suasana hangat Lebaran, Soto Boyolali menawarkan sensasi berbeda. Kuahnya yang berasal dari kaldu ayam kampung atau sapi, dipadukan dengan rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, dan daun salam, menciptakan cita rasa yang kaya tanpa terasa berat. Tak sedikit masyarakat yang menjadikannya sebagai “penyeimbang” setelah menikmati hidangan bersantan.
Selain menyegarkan, Soto Boyolali juga menghadirkan nilai kebersamaan. Sajian ini biasanya dinikmati dengan berbagai lauk pendamping seperti sate paru, sate ayam, sate usus, hingga gorengan seperti tahu isi, tempe goreng, dan mendoan. Variasi tersebut membuat pengalaman makan menjadi lebih hangat dan akrab, terutama saat berkumpul bersama keluarga.
Di momen Lebaran tahun ini, Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti menjadi salah satu destinasi kuliner favorit keluarga. Berdiri sejak 2002, brand ini terus berkembang dengan membuka cabang di berbagai kota besar di Indonesia.
General Manager SSB Hj. Hesti, Harmunadi, menyebut bahwa soto bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi kebersamaan saat Hari Raya. “Kami melihat Soto Boyolali sebagai bagian dari momen silaturahmi keluarga, terutama saat Idul Fitri,” ujarnya Sabtu (21/03/2026).
Komitmen terhadap kualitas menjadi kunci utama kesuksesan brand ini. Setiap hidangan diolah dengan standar kebersihan tinggi serta menggunakan bahan baku pilihan, sehingga memberikan rasa aman bagi pelanggan di momen spesial.
Tak hanya itu, suasana rumah makan yang nyaman serta pelayanan yang ramah turut menjadi daya tarik. Banyak keluarga menjadikan makan bersama di SSB Hj. Hesti sebagai bagian dari tradisi Lebaran.
Menariknya, popularitas Soto Boyolali juga telah menembus pasar internasional. Brand ini diketahui melayani jamaah haji Indonesia dan bahkan membuka cabang di Madinah, membawa cita rasa Nusantara ke panggung global.
Lebih dari sekadar hidangan, Soto Boyolali kini menjelma menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan. Di tengah perayaan Idul Fitri, semangkuk soto tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghidupkan kembali esensi utama Hari Raya: kebersamaan keluarga. (03)











