Beranda Lifestyle Waspada Lonjakan Penyakit Usai Lebaran, Warga Diminta Jaga Kesehatan

Waspada Lonjakan Penyakit Usai Lebaran, Warga Diminta Jaga Kesehatan

Perubahan pola aktivitas serta konsumsi makanan selama momen Lebaran menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan.

Arief Setyoko, Dirut RSUD Karanganyar. (Foto : Istimewa)
Arief Setyoko, Dirut RSUD Karanganyar. (Foto : Istimewa)

KARANGANYAR, Jatengnews.id — Setelah perayaan Idulfitri, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang cenderung meningkat.

Perubahan pola aktivitas serta konsumsi makanan selama momen Lebaran menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan.

Direktur RSUD Karanganyar, Arief Setyoko, menyampaikan bahwa kondisi tubuh yang menurun akibat kelelahan dan pola makan yang tidak teratur dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Ia menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, menghindari aktivitas berlebihan, serta memperhatikan asupan makanan.

Menurutnya, beberapa penyakit yang sering mengalami peningkatan pasca Lebaran meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan pencernaan seperti diare dan tipus, hingga penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.

“Setelah Lebaran biasanya terjadi peningkatan kasus ISPA, kemudian gangguan pencernaan seperti diare, tipus, dan gastritis. Selain itu, penyakit seperti hipertensi dan kolesterol juga cenderung naik,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama gangguan pencernaan adalah konsumsi makanan yang kurang higienis selama Lebaran. Makanan yang tidak tertutup dengan baik atau tidak bersih berpotensi membawa bakteri penyebab penyakit seperti tipus dan disentri.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol setelah menjalani puasa juga menjadi faktor risiko meningkatnya gangguan kesehatan. Pola makan yang berlebihan tanpa kontrol dapat memperburuk kondisi tubuh.

“Sering kali setelah puasa, masyarakat cenderung ‘balas dendam’ dengan makan makanan berlemak secara berlebihan,” jelasnya.

Sementara itu, pihak layanan kesehatan telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Ketersediaan tempat tidur, obat-obatan, serta tenaga medis dipastikan aman, termasuk cadangan stok obat mengingat distribusi dari perusahaan farmasi biasanya terkendala selama libur panjang.

Pelayanan kesehatan tetap berjalan normal selama masa libur, terutama di unit gawat darurat (UGD) yang beroperasi selama 24 jam.

Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan masyarakat dapat tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit setelah Lebaran, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar. (03)

Exit mobile version