
DEMAK, Jatengnews.id — Sebuah video yang memperlihatkan anggota polisi berlari panik sambil menggendong seorang bocah dengan kepala berlumuran darah viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, terlihat pula seorang petugas keamanan (Hansip) membonceng korban lainnya, sementara warga di lokasi tampak diliputi kepanikan.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat hiburan dangdut berlangsung di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Kericuhan dipicu oleh tawuran antarwarga yang menyebabkan situasi tak terkendali hingga acara terpaksa dibubarkan.
Akibat insiden tersebut, dua warga yang tengah melintas dan hendak bersilaturahmi ke rumah kerabat justru menjadi korban lemparan benda tumpul. Mereka tidak terlibat dalam konflik, namun terkena dampak dari aksi kekerasan yang terjadi.
Kasat Samapta Polres Demak, AKP Setiyo, menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung pada Senin (23/3/2026). Awalnya, acara hiburan berjalan normal, namun situasi berubah setelah datang rombongan pemuda dari luar daerah yang memicu keributan.
“Rombongan pemuda dari daerah lain datang ke lokasi dan membuat kericuhan hingga berusaha membubarkan acara. Petugas sudah berupaya menghalau dan memisahkan, namun situasi justru semakin memanas dan terjadi penyerangan terhadap pemuda setempat,” ujar AKP Setiyo, Rabu (25/3/2026).
Dalam bentrokan tersebut, batu dan benda tumpul beterbangan hingga mengenai pengguna jalan yang melintas. Dua korban yang tidak terlibat dalam konflik pun mengalami luka, salah satunya seorang bocah berusia 8 tahun yang mengalami luka di bagian kepala.
Diketahui, kedua korban merupakan warga Kudus yang saat itu tengah dalam perjalanan untuk bersilaturahmi dalam suasana Lebaran. Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi peristiwa yang memilukan.
“Korban ada dua, warga Kudus yang saat itu sedang melintas. Satu orang perempuan 19 tahun dan satu bocah 8 tahun. Keduanya mengalami luka di kepala atau sekitar wajah diduga akibat lemparan batu,” jelasnya.
AKP Setiyo menambahkan, pihak kepolisian segera memberikan pertolongan kepada korban, termasuk menggendong bocah tersebut untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban langsung kami bawa ke Puskesmas Gajah 2 di Tambirejo untuk mendapatkan perawatan. Seluruh biaya pengobatan kami tanggung, dan setelah itu korban kami antar kembali ke rumahnya,” pungkasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menjaga ketertiban dan memanfaatkan momen Lebaran dengan kegiatan positif serta mempererat silaturahmi, bukan justru melakukan tindakan kekerasan yang merugikan banyak pihak. (03)