SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memberikan perhatian khusus pada formasi tenaga pendidik dalam pengusulan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026.
Meski belum menerima kepastian jadwal pembukaan dari pusat, Pemprov Jateng kini tengah mematangkan kajian kebutuhan guru guna menjamin kelancaran pendidikan di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan hal ini usai kegiatan halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).
“Kami sedang mengkaji secara mendalam kebutuhan formasi, terutama untuk sektor pendidikan. Guru tetap menjadi prioritas karena jumlahnya mencapai hampir 25 ribu tenaga pendidik di lingkungan Pemprov Jateng,” ujar Sumarno.
Mengatasi Kekosongan Akibat Pensiun
Sumarno menjelaskan bahwa pensiunnya sejumlah guru setiap tahun menjadi alasan utama pendataan ini dilakukan secara teliti. Pemprov Jateng ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar tidak terganggu oleh kekosongan tenaga pengajar.
Hingga saat ini, pihak Pemprov masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait kuota pasti. Namun, Sumarno memastikan bahwa daerah telah bergerak aktif untuk menghitung kebutuhan riil di lapangan.
“Penetapan formasi memang wewenang pusat, namun daerah wajib mengusulkan data yang akurat. Kami memprioritaskan sektor guru karena mereka mendominasi komposisi pegawai kita,” tegasnya.
Dalam pengusulan CASN 2026, Pemprov Jateng menerapkan prinsip “zero growth”. Melalui strategi ini, pemerintah hanya akan merekrut pegawai baru untuk menggantikan posisi tenaga pendidik yang telah memasuki masa purna tugas.
Langkah ini bertujuan agar beban anggaran daerah tetap terkendali namun kualitas pelayanan pendidikan tetap terjaga. Sumarno menambahkan bahwa efisiensi tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahapan pengusulan.
“Kami mengupayakan agar jumlah guru yang masuk seimbang dengan jumlah yang pensiun. Dengan begitu, organisasi tetap ramping namun fungsi pendidikan berjalan optimal,” pungkasnya. (01).
