SEMARANG, Jatengnews.id – Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan pesan menyentuh dalam acara Halalbihalal keluarga besar UPGRIS. Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Balairung kampus saat seluruh sivitas akademika berkumpul pada Kamis (26/3/2026).
Membawa tema “Sucikan Hati, Kuatkan Silaturahmi”, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pengurus PGRI Jawa Tengah. Dalam momen tersebut, Rektor mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan kembali hakikat kehadiran manusia di dunia.
Dalam sambutannya, Sri Suciati menekankan bahwa esensi manusia terbaik adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi sesama. Ia percaya bahwa saling membantu merupakan hukum alam yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan.
“Kehadiran kita yang memberikan kebahagiaan bagi orang lain merupakan sesuatu yang sangat baik,” ungkapnya dengan tulus.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kehidupan. Menurutnya, kondisi yang kita anggap biasa hari ini bisa jadi merupakan anugerah yang sangat didambakan orang lain.
“Napas dan kesehatan kita hari ini bisa jadi adalah mimpi bagi mereka yang sedang sakit. Pekerjaan, keluarga kecil, serta lingkungan yang kita miliki saat ini, mungkin juga menjadi mimpi bagi orang di luar sana,” tambahnya.
Kekuatan Senyum dan Kesabaran
Menghadapi berbagai persoalan hidup, Rektor UPGRIS mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap teguh dengan senyuman dan kesabaran. Ia menilai, sikap mental yang positif jauh lebih efektif daripada meratapi nasib.
Ia menegaskan bahwa air mata tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, senyum dan kesabaran justru mampu menguatkan hati sehingga seseorang tetap terlihat kokoh meski sedang menghadapi tekanan.
Menutup pesan tersebut, Sri Suciati mengingatkan bahwa hati yang bersih adalah fondasi utama untuk mencapai tujuan. Hati yang rusak hanya akan menghancurkan langkah-langkah yang sudah terbangun dengan susah payah.
“Kita harus terus melaju. Berhenti tidak akan membuat beban kita semakin ringan, justru hanya akan menjauhkan kita dari tujuan utama,” pungkasnya. (01).











