Beranda Lifestyle Mudik Idul Fitri: Tak Hanya Mobil, Kempi Ikut “Di-charge” di SPKLU Rest...

Mudik Idul Fitri: Tak Hanya Mobil, Kempi Ikut “Di-charge” di SPKLU Rest Area 439A

Di balik kemudi mobil listriknya, ia membawa cerita tentang lelah, harapan, dan kejutan manis yang ia temukan di tengah jalur bebas hambatan.

SPKLU Salatiga
Seorang pemudik Kempi memanfaatkan fasilitas kursi pijat di Rest Area KM 439A, ruas Tol Ungaran–Salatiga, Rabu (25/3/2026). (Foto: dok)

SALATIGA, Jatengnews.id – Perjalanan mudik Idul Fitri 1447 H dari Sukabumi menuju Yogyakarta menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Kempi. Di balik kemudi mobil listriknya, ia membawa cerita tentang lelah, harapan, dan kejutan manis yang ia temukan di tengah jalur bebas hambatan.

Saat energi kendaraan menipis, Kempi memutuskan menepi di Rest Area KM 439A, ruas Tol Ungaran–Salatiga. Niat awalnya sederhana: mengisi daya baterai. Namun, layanan SPKLU PLN justru memberikan pelayanan di luar ekspektasinya.

“Saya dari Sukabumi mau ke Jogja. Ini pertama kali saya memakai SPKLU PLN dan jujur, saya kaget,” tutur Kempi dengan nada tak percaya.

Bagi Kempi, lokasi ini bukan sekadar tempat pengisian daya biasa. Di tengah perjalanan yang menguras fisik, ia menemukan ruang istirahat yang mampu memulihkan tenaga pengemudi sekaligus kendaraannya.

“Ternyata ada makanan, minuman, bahkan kursi pijat. Jadi bukan cuma mengisi daya mobil, tetapi kami juga ikut ‘di-charge’,” ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Kempi memuji kecepatan teknologi Ultra Fast Charging yang tersedia. Fasilitas ini memangkas waktu tunggu yang biasanya membosankan menjadi momen jeda yang singkat namun berkualitas. Kecepatan pengisian daya ini memberinya rasa aman untuk melanjutkan perjalanan panjang menuju Yogyakarta.

“Proses charging-nya sangat cepat. Hal ini sangat membantu kelancaran perjalanan kami,” ujarnya.

Layanan Manusiawi di Tengah Arus Mudik

Bagi Kempi, pengalaman di KM 439A ini merupakan bentuk nyata perhatian penyedia layanan kepada pemudik. Di tengah padatnya arus lalu lintas Idulfitri, ia menemukan kenyamanan yang membuat perjalanan terasa lebih manusiawi.

“Semoga ke depan bisa lebih bagus lagi. Tapi bagi saya, fasilitas yang ada sekarang sudah sangat hebat,” pungkasnya.

Cerita Kempi menjadi pengingat bahwa mudik bukan sekadar sampai di tujuan. Kehadiran fasilitas yang mumpuni di titik-titik lelah seperti Rest Area 439A terbukti mampu mengubah perjalanan yang berat menjadi lebih bermakna. (01).

Exit mobile version