SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang menghadirkan sebuah perayaan budaya yang memadukan sentuhan seni kontemporer dengan nilai-nilai tradisi yang telah mengakar kuat.
Melalui gelaran Mahakarya Goa Kreo dan ritual Sesaji Rewanda, kawasan Gunungpati kembali menjadi panggung harmoni antara masa lalu dan masa kini.
Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan Mahakarya Legenda pada Jumat malam di Plaza Kandri. Pagelaran ini menjadi ruang ekspresi bagi para seniman muda untuk menghidupkan kembali kisah-kisah legendaris dengan pendekatan artistik yang lebih segar dan relevan bagi generasi sekarang.
Memasuki Sabtu pagi, nuansa berubah menjadi lebih khidmat melalui ritual tahunan Sesaji Rewanda di kawasan wisata Goa Kreo. Prosesi dimulai dari Masjid Al-Mabrur, di mana rombongan kirab berjalan menuju lokasi utama dengan membawa simbol-simbol sarat makna sejarah.
Di barisan kirab, replika kayu jati menjadi pusat perhatian. Benda ini merepresentasikan perjuangan Sunan Kalijaga dalam membangun peradaban, sekaligus mengingatkan pentingnya kebersamaan dan keseimbangan dengan alam. Kehadiran figur Kera Bangbintulu serta kawanan kera Goa Kreo turut memperkuat ikatan historis antara manusia dan lingkungan dalam tradisi tersebut.

Enam gunungan yang dikirab—mulai dari hasil bumi hingga olahan pangan tradisional—menjadi simbol rasa syukur masyarakat. Setelah melalui doa bersama, gunungan tersebut dipersembahkan secara simbolis kepada alam, sebelum akhirnya dibagikan kepada warga sebagai bentuk harapan akan keberkahan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan bahwa kolaborasi antara pertunjukan seni dan ritual adat ini bukan sekadar perayaan, melainkan strategi untuk menjaga keberlangsungan budaya di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, tradisi perlu terus dihidupkan dengan cara yang adaptif tanpa kehilangan makna aslinya. Dengan menghadirkan dua agenda besar dalam waktu berdekatan, pemerintah juga berharap mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi di wilayah tersebut.
Lebih dari sekadar tontonan, rangkaian ini menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat untuk merasakan langsung kekayaan budaya sekaligus keindahan alam Goa Kreo—sebuah ruang di mana sejarah, spiritualitas, dan kreativitas bertemu dalam satu perayaan. (ADV)











