29 C
Semarang
, 29 Maret 2026
spot_img

Mahasiswa Undip dan BNNP Jateng Terjun Edukasi Bahaya Narkoba di Tiga SD

Sinergi Mahasiswa Undip dan BNNP Jateng mengedepankan komunikasi dua arah. Edukasi dikemas secara interaktif

SEMARANG,Jatengnews.id — Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyelenggarakan sosialisasi pencegahan narkoba.

Mengusung tema “Berdikari: Anak Hebat Tidak Dekat dengan Narkoba”, program yang dinamakan Drug Awareness Responsibility Education (DARE) ini di inisiasi oleh Ramsan Siregar, Stanislaus Justin Ananta, dan Matthew Witjaksono.

Dalam pelaksanaannya, tim sukses menggelar roadshow edukasi yang menyasar total ratusan peserta didik.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan mengedukasi 99 siswa di SDN Bojong Salaman 02 pada Selasa (30/10/2025) , dilanjutkan kepada 42 siswa di SDN Salaman Mloyo pada Rabu (5/11/2025) , dan ditutup dengan partisipasi 26 siswa di SD Barunawati pada Rabu (19/11/2025).

Ramsan Siregar selaku perwakilan tim DARE menjelaskan, edukasi di tingkat Sekolah Dasar dinilai sangat krusial sebagai langkah preventif.

“Penanaman nilai kewaspadaan harus dilakukan sebelum anak-anak masuk ke fase remaja, dimana mereka akan lebih rentan terhadap tekanan lingkungan atau peer pressure,” jelasnya.

Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyelenggarakan sosialisasi pencegahan narkoba. (Foto : Nizar)
Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyelenggarakan sosialisasi pencegahan narkoba. (Foto : Nizar)

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk nyata implementasi keamanan komunitas (Communitarian Security) guna membangun ketahanan masyarakat sejak usia dini.

Berbeda dengan format penyuluhan konvensional, sinergi Mahasiswa Undip dan BNNP Jateng mengedepankan komunikasi dua arah. Edukasi dikemas secara interaktif menggunakan bahasa serta visual mendukung, agar materi yang berat mudah dipahami oleh anak-anak.

Tidak hanya dengan metode ceramah atau satu arah, para siswa juga diikutsertakan dalam permainan peran (role-play). Dengan metode simulasi ini, siswa dilatih keberaniannya untuk menolak ajakan menggunakan narkoba dengan cara yang sopan namun tetap tegas.

Pada pelaksanaan di lapangan, tim mahasiswa berkolaborasi secara taktis dengan Chandra Eka Sariningsih dan Dhesi Pratama dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jateng.

Hasil daripada metode simulasi interaktif ini, sukses memantik daya kritis serta keberanian siswa. Hal ini dibuktikan ketika peserta didik dengan lantang menyuarakan komitmennya di tengah sesi praktik.

“Kalau ada yang mengajak hal buruk, kita harus berani tegas untuk bilang tidak dan ingatkan teman kita,” ujar salah satu siswa di SD Barunawati.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan ini, diharapkan lahir kaum muda Semarang yang memiliki daya tangkal kuat terhadap ancaman kejahatan narkoba. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN