Beranda Daerah Pemprov Jateng Ubah Narasi Arus Balik: “Jangan Bawa Keluarga Jika Belum Punya...

Pemprov Jateng Ubah Narasi Arus Balik: “Jangan Bawa Keluarga Jika Belum Punya Pekerjaan”

Warga yang kembali ke perantauan diimbau tidak membawa keluarga jika belum memiliki kepastian pekerjaan.

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz. (Foto:Ist)
Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz. (Foto:Ist)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menggeser narasi arus balik Lebaran 2026 dengan menekankan pentingnya sikap realistis bagi para pemudik.

Warga yang kembali ke perantauan diimbau tidak membawa keluarga jika belum memiliki kepastian pekerjaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Azis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas kesempatan kerja di dalam wilayah.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp88,50 triliun dari lebih dari 105 ribu proyek, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 418 ribu orang.

“Komitmen pemerintah daerah sangat besar untuk membuka lapangan kerja, terutama di sektor padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja,” ujar Azis, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, peluang kerja kini semakin terbuka di berbagai kabupaten/kota. Pemerintah juga menyiapkan dukungan melalui pelatihan keterampilan, baik teknis maupun non-teknis, melalui sekolah vokasi, perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk membuka peluang kerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). “Bekerja itu pilihan, di mana saja. Pemerintah siap memfasilitasi,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil risiko besar saat kembali ke kota perantauan tanpa kepastian kerja.

“Masyarakat yang kembali ke luar Jateng, tidak usah membawa keluarga atau orang lain jika belum punya kepastian pekerjaan,” tegasnya.

Ia juga mendorong warga untuk mempertimbangkan bekerja di daerah sendiri, seiring komitmen pemerintah daerah membuka lapangan kerja di seluruh wilayah.

“Kerja saja di Jateng, insya Allah pemerintah akan mengurus,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat upaya pemerintah daerah dalam menahan laju urbanisasi pasca-Lebaran, sekaligus menawarkan alternatif bekerja di kampung halaman yang kini diklaim semakin menjanjikan.(02)

Exit mobile version