26 C
Semarang
, 30 Maret 2026
spot_img

Kemeriahan Syawalan Kaliwungu Kendal Sedot Antusiasme Ribuan Warga

Sebagai informasi, tradisi Syawalan di Kaliwungu berlangsung mulai 25 Maret hingga 7 April 2026.

KENDAL, Jatengnews.id – Ribuan warga Kendal memadati kawasan Alun-Alun Kaliwungu untuk merayakan tradisi Syawalan pada Minggu (29/3/2026) malam. Pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Kendal dan sekitarnya ini membuktikan bahwa perayaan Syawalan di Kaliwungu selalu memikat hati masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan pengunjung mulai membanjiri sejumlah wahana permainan hiburan rakyat di kawasan Alun-Alun. Selain wahana, deretan tenda semi-permanen yang menjajakan produk UMKM lokal—mulai dari mainan tradisional hingga kuliner khas Syawalan—turut menyemarakkan suasana.

Bagi warga Kendal, Syawalan merupakan agenda tahunan yang sakral sekaligus meriah. Tradisi ini berpusat pada kegiatan religi, yakni ziarah ke makam para ulama penyebar agama Islam di Bukit Jabal, salah satunya Makam Kyai Asy’ari (Kyai Guru).

Namun, momentum religi tersebut selalu berdampingan dengan pesta rakyat. Kehadiran wahana permainan dan pasar malam menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin menghabiskan sisa libur Lebaran.

Ibu Artanti, pengunjung asal Brangsong, mengaku sengaja mengajak keluarganya untuk merasakan atmosfer Syawalan di Kaliwungu. “Kami datang bersama keluarga dan saudara dari Jakarta. Tadi sore kami sudah berziarah ke Makam Kyai Guru, dan malam ini kami menikmati pesta rakyat di pasar malam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Syawalan di Kaliwungu selalu ramai setiap tahun. Momentum ini juga menjadi kesempatan langka untuk mencicipi kuliner khas yang sulit ditemukan di hari biasa, seperti sumpil.

Senada dengan Artanti, Laili, pengunjung asal Mororejo, memanfaatkan hari terakhir libur Lebaran untuk mencoba wahana bianglala raksasa yang menjadi ikon pasar malam tersebut. “Kami ingin menikmati liburan terakhir bersama teman-teman sebelum masuk sekolah,” jelasnya.

Laili menilai kehadiran pesta rakyat membuat tradisi Syawalan kian diminati berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Menurutnya, perpaduan nilai religius dan sarana rekreasi membuat acara ini semakin berkesan.

Sebagai informasi, tradisi Syawalan di Kaliwungu berlangsung mulai 25 Maret hingga 7 April 2026. Panitia telah menyiapkan serangkaian agenda, mulai dari haul ulama, pengajian akbar, hingga pertunjukan seni religi seperti Tari Sufi dan Daun Bambu Religi. Panggung hiburan juga akan menampilkan bintang tamu spesial, seperti Mutik Nida “Ratu Kendang” dan grup musik Gus N Rosses. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN