KARANGANYAR, Jatengnews.id — Pengelolaan objek wisata pendakian di Gunung Lawu resmi akan diambil alih oleh PUD Aneka Usaha, badan usaha milik daerah Pemerintah Kabupaten Karanganyar, mulai 1 April 2026.
Pengelolaan baru ini mencakup sejumlah jalur pendakian populer, seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, serta kawasan Pertapaan Pringgodani. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan bagi para pendaki.
Direktur PUD Aneka Usaha, Samidi, menjelaskan bahwa pada tahap awal akan dilakukan masa transisi administrasi selama kurang lebih tiga bulan dengan pendampingan dari Dinas Pariwisata.
“Untuk sementara ini masih ada pendampingan sekitar tiga bulan dari Dinas Pariwisata karena masih masa transisi administrasi,” ujarnya.
Salah satu inovasi utama dalam sistem baru ini adalah penerapan pendaftaran pendakian berbasis elektronik. Melalui sistem tersebut, calon pendaki diwajibkan mengisi formulir secara digital sebelum melakukan pendakian.
“Melalui sistem ini nantinya bisa diketahui posisi pendaki berada di pos mana. Jadi ketika ada keluarga yang menanyakan, bisa diketahui apakah sudah di pos 1 atau pos 2,” jelas Samidi.
Selain itu, sistem elektronik juga akan dilengkapi dengan layanan tambahan seperti porter dan pendamping pendakian yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Meski demikian, pengelola memastikan tenaga lama yang telah berpengalaman tetap dilibatkan dalam operasional.
Dalam pengelolaan baru ini, PUD Aneka Usaha juga berencana menggandeng berbagai pihak untuk mendukung pelestarian lingkungan. Salah satu program yang akan dijalankan adalah penanaman pohon melalui kerja sama dengan perusahaan dalam skema tanggung jawab sosial (CSR).
“Kerja sama juga akan dilakukan dengan berbagai instansi, termasuk perusahaan daerah, terutama terkait pemanfaatan sumber air dan konservasi lingkungan di kawasan wisata,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Jenawi, Ardiansyah, menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia berharap sistem baru ini mampu meningkatkan profesionalitas layanan sekaligus menjamin keselamatan para pendaki.
“Yang utama adalah pelayanan yang lebih profesional sehingga pelayanan dan keamanan pendaki lebih terjamin. Dengan begitu semua bisa merasa nyaman, baik pendaki, pengunjung maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan penerapan sistem pengelolaan baru ini, aktivitas pendakian di Gunung Lawu diharapkan menjadi lebih tertata, aman, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.(02)











