
SEMARANG, Jatengnews.id – Kabar baik bagi warga Jawa Tengah yang membutuhkan penanganan sendi. SMC RS Telogorejo secara resmi meluncurkan RONEE (Telogorejo Robotic Knee), teknologi robotik mutakhir untuk operasi penggantian sendi lutut yang menawarkan tingkat presisi jauh lebih tinggi daripada metode konvensional.
Direktur Utama SMC RS Telogorejo, dr. Alice Sutedjo Lisa, M.K.M, memperkenalkan inovasi ini berbarengan dengan grand re-launching Wound Management Center (WMC) dan One Day Surgery (ODS) di Auditorium Lt.3 SMC Telogorejo Semarang, Selasa (3/3/2026).
Menurut dr. Alice, teknologi robotik mengubah standar tindakan medis secara signifikan. Jika pada metode konvensional dokter memotong tulang secara manual, teknologi robotik memulai segalanya dengan perencanaan digital.
“Sistem robotik merencanakan seluruh tindakan menggunakan CT scan tiga dimensi. Hasilnya tentu jauh lebih presisi dibandingkan manual,” ungkap dr. Alice.
Melalui pemetaan berbasis teknologi 3D, tim dokter dapat mensimulasikan operasi sebelum mengeksekusinya. Keunggulan utama dari metode ini meliputi: Akurasi Tinggi: Meminimalkan risiko kesalahan posisi atau kemiringan implan. Luka Minimal: Sayatan operasi lebih kecil sehingga mempercepat penyembuhan. Pemulihan Kilat: Pasien berpeluang untuk langsung berdiri dan bergerak lebih cepat pascaoperasi.
Biaya Lebih Kompetitif Dibanding Berobat ke Luar Negeri
Mengenai biaya, dr. Alice menyebutkan bahwa operasi dengan RONEE berkisar di angka Rp90 juta untuk satu lutut. Meski terlihat tinggi, nilai ini masih jauh lebih terjangkau daripada biaya medis di luar negeri dengan teknologi serupa.
“Kami menawarkan harga yang kompetitif. Jika membandingkan dengan luar negeri, layanan kami jauh lebih murah,” tambahnya. Namun, ia mencatat bahwa saat ini layanan robotik belum sepenuhnya terakomodasi dalam skema BPJS Kesehatan, terutama terkait komponen implan.
Selain teknologi robotik, RS Telogorejo juga memperkuat layanan Wound Management Center (WMC). Pusat perawatan luka modern ini menerapkan evidence-based medicine yang mampu menangani luka berat hingga mencegah risiko amputasi.
Sementara itu, layanan One Day Surgery (ODS) hadir untuk meningkatkan efisiensi. Pasien kini bisa menjalani tindakan bedah minimal invasif dan pulang pada hari yang sama tanpa harus menjalani rawat inap yang lama.
Komitmen Menjadi Pusat Medis Kelas Dunia
Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo, Ir. Hendro Sutantyo, menegaskan bahwa integrasi tiga layanan unggulan ini adalah langkah strategis untuk bersaing dengan rumah sakit di Malaysia dan Singapura.
“Kami membawa standar dunia ke Semarang. Fokus kami adalah keselamatan pasien dan presisi tindakan medis. Sekarang, masyarakat tidak perlu lagi ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis modern,” pungkas Hendro. (01).